Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menorehkan kinerja positif pada Selasa, 10 Juni 2025, setelah libur panjang. Lonjakan signifikan hingga menembus level 7.200 didorong kuat oleh aksi beli saham dari investor asing.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 11 Juni 2025, menunjukkan IHSG meroket 1,65 persen, menutup perdagangan di angka 7.230,74. Posisi tertinggi IHSG mencapai 7.230,74 dan terendah di 7.133,37. Kenaikan ini turut mendorong kapitalisasi pasar BEI menjadi Rp 12.614 triliun.
Lonjakan IHSG dan Aktivitas Perdagangan
Volume perdagangan saham mencapai 28,67 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 17,87 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,50 juta kali transaksi.
Sektor teknologi mencatatkan penguatan terbesar, naik 3,54 persen. Sektor transportasi juga menunjukkan kinerja impresif dengan kenaikan 3,53 persen.
Sektor energi naik 2,18 persen. Sektor keuangan naik 1,31 persen. Infrastruktur bertambah 1,42 persen. Sektor dasar menguat 0,51 persen. Industri menanjak 0,24 persen.
Konsumer non-siklikal bertambah 0,32 persen. Konsumer siklikal menguat 0,29 persen.
Arus Modal Asing dan Pergerakan Saham
Setelah libur panjang Idul Adha 2025, investor asing melakukan aksi beli besar-besaran. Mereka membeli saham senilai Rp 1,03 triliun.
Namun, secara keseluruhan sepanjang tahun 2025, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih saham sebesar Rp 48,85 triliun.
Meskipun IHSG mengalami kenaikan, investor asing terpantau melepas beberapa saham. Berikut 10 saham yang dilepas investor asing berdasarkan data Stockbit:
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp 99,06 miliar
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS): Rp 56,66 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO): Rp 46,61 miliar
- PT Timah Tbk (TINS): Rp 27,91 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 27,64 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII): Rp 24,13 miliar
- PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP): Rp 19,39 miliar
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF): Rp 17,65 miliar
- PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA): Rp 12,71 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp 11,63 miliar
Sebaliknya, investor asing juga melakukan pembelian sejumlah saham. Berikut 10 saham yang dibeli investor asing:
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp 295,26 miliar
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Rp 164,63 miliar
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp 161,44 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp 91,29 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp 87,08 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 84,63 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp 76,35 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Rp 41,53 miliar
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Rp 39,04 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Rp 33,69 miliar
Faktor Pendukung dan Sentimen Pasar
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan cadangan devisa yang tinggi meningkatkan kepercayaan investor dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2025 mencapai USD 152,5 miliar, cukup untuk membiayai 6,4 bulan impor.
BI menyatakan cadangan devisa tersebut menopang ketahanan eksternal dan stabilitas makroekonomi.
Perkembangan negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China di London juga menjadi perhatian. Hasilnya diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi global.
Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal positif meski mengakui prosesnya tidak mudah.
Secara keseluruhan, kinerja IHSG yang positif merupakan indikasi kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi domestik dan harapan terhadap perkembangan ekonomi global. Namun, perlu diingat bahwa pergerakan IHSG sangat dinamis dan dipengaruhi berbagai faktor.





