PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, bank BUMN terbesar di Indonesia, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah pembagian dividen jumbo yang konsisten dilakukan BRI, bahkan diperkirakan berlanjut hingga beberapa tahun mendatang.
Dividen BRI: Kucuran Dana Jumbo dan Kontribusi Besar bagi Negara
Direktur Utama BRI, Sunarso, menyatakan keyakinan BRI dalam membagikan dividen besar. Hal ini didasari oleh kondisi permodalan BRI yang kuat.
BRI bahkan memproyeksikan tidak perlu menambah modal hingga lima tahun ke depan. Kondisi keuangan yang sehat memungkinkan BRI untuk mengalokasikan sebagian besar laba bersihnya untuk dividen.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BRI baru saja membahas alokasi laba bersih tahun buku 2024. Salah satu poin pentingnya adalah penetapan besaran dividen yang akan dibagikan.
Pada Januari 2025, BRI telah membagikan dividen interim sebesar Rp 135 per saham, atau total Rp 20,33 triliun. Pemerintah, sebagai pemegang saham mayoritas, menerima sebagian besar dividen tersebut.
Dengan kepemilikan saham negara sebesar 53,19% (80,61 miliar lembar saham), pemerintah menerima sekitar Rp 10,88 triliun. Sementara pemegang saham publik (46,81%, sekitar 70,95 miliar lembar saham) menerima Rp 9,45 triliun.
Selama periode 2014-2023, BRI konsisten menjadi kontributor dividen terbesar bagi negara di antara perusahaan BUMN lainnya. Data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menunjukkan total setoran dividen BRI mencapai Rp 90,79 triliun.
Setoran dividen BRI ke kas negara bervariasi setiap tahunnya, mulai dari Rp 3,6 triliun hingga Rp 23,23 triliun. Konsistensi ini membuktikan kontribusi signifikan BRI terhadap pembangunan nasional.
Sunarso menegaskan komitmen BRI dalam membagi dividen sebagai tanggung jawab perusahaan. Pembagian dividen ini merupakan wujud kontribusi nyata BRI dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui program-program pemerintah.
Prospek Saham BRI: Daya Tarik Dividen Jumbo bagi Investor
Dividen besar BRI menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Konsistensi dalam membagikan dividen besar meningkatkan daya tarik BRI di pasar modal.
Saham yang memberikan imbal hasil dividen yang tinggi sangat diburu investor. BRI, dengan dividen jumbo-nya, semakin memperkuat posisi sebagai saham blue chip yang diminati.
Investor jangka panjang yang mencari stabilitas dan imbal hasil menarik melihat BRI sebagai pilihan utama. Hal ini terlihat dari komentar positif sejumlah netizen di media sosial.
Beberapa netizen menilai saham BBRI sebagai pilihan investasi jangka panjang yang stabil, didukung oleh kinerja perusahaan yang solid dan dividen yang menarik (6-9%).
Netizen lain juga menyorot konsistensi BRI dalam membagikan dividen dengan payout ratio 80-85%, serta dividend yield yang tinggi (7-8%).
Keberhasilan BRI mempertahankan kinerja keuangan yang solid, ditunjukkan oleh rasio CAR (26,76% pada September 2024) dan LDR (89,18%), menunjukkan prospek yang cerah bagi perusahaan dan pemegang sahamnya.
Secara keseluruhan, kinerja BRI yang kuat dan komitmennya dalam membagikan dividen menjadikan BRI sebagai aset berharga, baik bagi negara maupun investor individual. Ke depan, BRI diharapkan dapat terus berkontribusi positif bagi perekonomian Indonesia.





