Bulog Cetak Rekor: Serap 1,7 Juta Ton Beras Nasional

Perum Bulog berhasil menyerap 1,7 juta ton setara beras hingga 28 April 2025. Capaian ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah untuk menyerap total 3 juta ton setara beras.

Jumlah tersebut merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Bulog sejak berdiri pada tahun 1967. Direktur Utama Perum Bulog, Novi Helmy Prasetya, mengungkapkan pencapaian ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI.

Bacaan Lainnya

Realisasi Serapan Beras Bulog Capai Rekor Tertinggi

Novi Helmy Prasetya, Direktur Utama Perum Bulog, menyampaikan bahwa realisasi serapan beras hingga 28 April 2025 telah mencapai angka 1,7 juta ton setara beras.

Angka ini melebihi target awal dan merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah Bulog, mengalahkan capaian tahun-tahun sebelumnya.

Strategi Bulog Prioritaskan Serapan Gabah Kering

Bulog menargetkan serapan gabah kering panen (GKP) lebih tinggi dibandingkan beras. Hal ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Target serapan GKP ditetapkan sebesar 2,5 juta ton, sementara beras ditargetkan 1.665.503 ton. Strategi ini diprioritaskan untuk mendukung petani.

Rincian Realisasi Serapan Bulog

Sampai 28 April 2025, Bulog telah menyerap 2.058.470 ton GKP dan 563.518 ton beras.

Hal ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menyerap hasil panen petani, terutama gabah kering.

Persentase realisasi serapan GKP mencapai 82,67%, sementara beras mencapai 33,83%. Jika dikonversi, total serapan mencapai 1,7 juta ton setara beras.

Perbandingan Serapan Beras Bulog Tahun Sebelumnya

Novi menjelaskan bahwa realisasi serapan beras tahun 2025 ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun 2020, Bulog menyerap 176.148 ton setara beras; tahun 2021 naik menjadi 572.889 ton; tahun 2022 turun menjadi 265.290 ton.

Pada tahun 2023, terjadi peningkatan tipis menjadi 296.300 ton, namun kemudian turun lagi menjadi 259.976 ton pada tahun 2024.

Lonjakan drastis terjadi pada tahun 2025 dengan angka sementara mencapai 1,7 juta ton setara beras.

Novi menambahkan bahwa pencapaian ini menunjukkan keberhasilan Bulog dalam menyerap gabah dan beras dalam jumlah besar, membantu stabilitas harga dan kesejahteraan petani.

Dengan komitmen dan strategi yang tepat, Bulog optimis dapat mencapai target serapan 3 juta ton setara beras pada tahun 2025.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi keberlanjutan program penyerapan hasil panen petani di masa mendatang dan menjamin ketersediaan beras nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *