Solo, kota budaya yang memesona, menyimpan pesona tak hanya di siang hari. Malam di Solo menawarkan pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Beragam pilihan, dari warung tenda sederhana hingga angkringan modern, siap memanjakan lidah para penikmatnya. Suasana hangat dan cita rasa otentik menjadi daya tarik tersendiri.
Banyak tempat makan malam di Solo yang telah bertahan selama puluhan tahun, menjaga resep turun-temurun dan setia melayani pelanggan. Bahkan beberapa di antaranya hanya beroperasi di malam atau dini hari, menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat lokal. Lebih dari sekadar makan, makan malam di Solo adalah sebuah pengalaman.
Gudeg Ceker Bu Kasno Margoyudan: Kuliner Tengah Malam Legendaris
Bagi Anda pencari kuliner malam yang autentik dan legendaris, Gudeg Ceker Bu Kasno adalah jawabannya. Warung ini buka pukul 01.30 dini hari hingga matahari terbit.
Meskipun jam operasionalnya unik, antre panjang menjadi pemandangan yang biasa. Satu porsi gudeg berisi 10 ceker ayam yang empuk dan kaya rasa.
Sajiannya dilengkapi nasi atau bubur, gudeg nangka, telur pindang, sambal krecek, dan ayam kampung. Tekstur ceker yang empuk berpadu sempurna dengan bumbu yang meresap.
Warung sederhana berkonsep tenda kaki lima ini terletak di Jalan Wolter Monginsidi. Dari tempat inilah banyak cerita kuliner malam Solo berawal.
Nasi Liwet Bu Sarmi dan Angkringan Omah Semar: Dua Cita Rasa yang Berbeda
Nasi liwet, ikon kuliner Solo, dapat Anda cicipi di warung Nasi Liwet Bu Sarmi. Warung ini buka dari pukul 18.00 hingga tengah malam.
Nasi liwet Bu Sarmi menyajikan nasi gurih, sayur labu, opor ayam, dan areh kental yang lezat. Anda dapat menambahkan lauk seperti telur pindang atau ati ampela.
Suasana warung tenda di Jalan Kapten Mulyadi menambah kesan tradisional. Makan malam di sini terasa seperti bernostalgia.
Berbeda dengan warung tenda tradisional, Angkringan Omah Semar menawarkan konsep angkringan modern yang nyaman. Tokoh nasional seperti Presiden Jokowi disebut-sebut pernah mengunjungi tempat ini.
Nasi kucing dengan berbagai pilihan lauk seperti cumi, teri, dan bandeng menjadi andalannya. Minuman unik bernama Wedang Jokowi juga tersedia.
Terletak di Jalan Duku 1 Nomor 2A, Jajar, Solo, angkringan ini buka dari pukul 15.00 hingga tengah malam.
Susu Segar Shi Jack, Harjo Bestik, dan Lainnya: Ragam Pilihan Kuliner Malam Solo
Shi Jack, berdiri sejak 1982, menawarkan pengalaman menikmati susu hangat yang tak terlupakan. Berbagai pilihan susu murni dengan nama unik, seperti “Tante Susy” dan “Suteja”, tersedia.
Susu murni dari Boyolali yang segar dan tanpa pengawet menjadi daya tariknya. Anda juga dapat memesan roti bakar dan mendoan sebagai camilan.
Terletak di Jalan Dr. Rajiman Nomor 313, Shi Jack buka hingga pukul 01.00 dini hari. Tempat ini selalu ramai, bahkan hingga larut malam.
Bagi yang ingin mencoba cita rasa berbeda, Harjo Bestik menawarkan bestik, adaptasi lokal dari steak ala Eropa. Daging sapi dimasak dengan kuah kaya rempah, disajikan dengan wortel, kentang, dan selada.
Rasanya manis, gurih, dan unik. Harjo Bestik terletak di Jalan Dr. Rajiman dan buka hingga tengah malam.
Selain itu, masih banyak pilihan lain seperti Nasi Kuning Bang Ro yang menyajikan sarapan di malam hari, Soto Segar Mbak Ronggeng yang menghangatkan di malam dingin, Seafood Pak Petruk untuk pecinta seafood, dan Mi Nyemek Tresna Jayengan untuk pencinta pedas. Semua memiliki cita rasa khas dan lokasi yang mudah diakses.
Timlo Maestro, sup legendaris yang konon menjadi langganan Presiden, melengkapi daftar kuliner malam Solo yang tak boleh dilewatkan. Kuah bening dan gurih dengan isian sosis Solo, telur pindang, dan ati ampela membuat Timlo Maestro selalu ramai pengunjung.
Kuliner malam Solo menawarkan pengalaman yang kaya dan beragam. Dari cita rasa tradisional hingga inovasi modern, Solo memberikan pilihan yang memuaskan bagi setiap selera dan anggaran. Jelajahi kota ini di malam hari dan temukan sendiri kenikmatan kulinernya.




