Rahasia Apresiasi Vatikan: Karya Agung Antoni Gaudí Sagrada Familia

Antoni Gaudí, arsitek jenius di balik keajaiban Sagrada Família, semakin dekat menuju gelar santo. Vatikan telah mengakui “kebajikan kepahlawanan” arsitek asal Catalonia ini, sebuah langkah krusial dalam proses kanonisasi.

Lebih dari satu abad setelah kematiannya, Gaudí bukan hanya dikenang melalui mahakarya batu yang menjulang tinggi di Barcelona, tetapi juga karena imannya yang mendalam, yang kini membawanya menuju jalan menuju kekudusan.

Bacaan Lainnya

Langkah Menuju Kekudusan

Pengakuan “kebajikan kepahlawanan” Gaudí oleh Paus Fransiskus, diumumkan Vatikan pada Senin, 21 April 2025, merupakan langkah signifikan menuju kesucian.

Proses menuju kesucian ini sangat kompleks dan bisa memakan waktu berabad-abad. Seorang kandidat biasanya membutuhkan dua mukjizat yang dikaitkan dengan syafaat mereka.

Mencari Mukjizat

Penemuan mukjizat-mukjizat tersebut menjadi langkah selanjutnya dalam proses beatifikasi dan kemudian kanonisasi Gaudí.

Komisi yang terdiri dari dokter dan teolog akan memeriksa keajaiban tersebut sebelum Paus membuat keputusan final untuk mengkanonisasi seseorang.

Gaudí merupakan kasus yang unik. Hanya sedikit seniman yang menjadi santo, dan belum ada arsitek, dalam pengertian modern profesi tersebut, yang pernah dikanonisasi.

Sagrada Família: Alkitab dalam Batu

Warisan Gaudí sangat terkait dengan agama Katolik. Sebagian besar kariernya didedikasikan untuk Sagrada Família, sebuah gereja megah yang pembangunannya masih belum selesai setelah lebih dari 140 tahun.

Gaudí membayangkan gereja ini sebagai “Alkitab dalam batu”. Ia merancang struktur monumental dengan 18 menara besar berbentuk gelendong, masing-masing melambangkan tokoh Alkitab: 12 rasul, empat penginjil, Perawan Maria, dan Yesus.

Setelah rampung pada tahun 2026, menara Yesus Kristus akan setinggi 172,5 meter, ditambah salib 17 meter, menjadikannya gereja tertinggi di dunia.

Interiornya dibanjiri cahaya warna-warni dari jendela kaca patri yang indah.

Gaudí sendiri tak pernah menyaksikan penyelesaian gereja ini. Ia meninggal pada tahun 1926, saat baru sekitar 10-15% proyek yang selesai dibangun.

Warisan Gaudí di Barcelona

Meskipun Gaudí mendedikasikan tahun-tahun terakhir hidupnya untuk Sagrada Família, bangunan-bangunan lain dengan gaya khasnya tersebar di Barcelona, memberi karakter unik pada kota tersebut.

Selama beberapa dekade, ada gerakan yang mengupayakan beatifikasi Gaudí, dipelopori oleh Asosiasi Beatifikasi Antoni Gaudí.

Uskup Agung Barcelona melanjutkan upaya ini pada tahun 2023, mengajukan “positio”, atau argumen utama, untuk beatifikasi Gaudí ke Vatikan.

Proses kanonisasi Gaudí menjadi sorotan menarik, menunjukkan bagaimana karya seni dan iman dapat bersatu, meninggalkan warisan abadi bagi dunia. Kisah ini menginspirasi, mengingatkan kita pada kekuatan seni dan spiritualitas dalam membentuk kehidupan manusia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *