Jelajahi 7 Pesona Tersembunyi Palembang: Sejarah, Wisata & Kuliner Legendaris

Palembang, ibu kota Sumatera Selatan, tengah menjadi perbincangan hangat. Kontroversi yang melibatkan konten kreator Willie Salim justru menyoroti kekayaan budaya dan sejarah kota ini yang jauh melampaui polemik tersebut.

Kontroversi Rendang 200 Kg di Benteng Kuto Besak

Kejadian viral memasak 200 kilogram rendang di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) oleh Willie Salim pada 18 Maret 2025 menimbulkan gejolak. Willie meninggalkan lokasi sementara rendang yang belum matang raib dalam sekejap karena direbut warga.

Bacaan Lainnya

Kejadian ini memicu beragam reaksi di masyarakat. Banyak yang mengkritik warga Palembang, sementara warga Palembang sendiri merasa dirugikan dan melaporkan Willie ke kepolisian.

Insiden ini menonjolkan kontras antara kejadian tersebut dengan kekayaan budaya dan sejarah Palembang yang sesungguhnya. BKB, sebagai lokasi kejadian, memiliki nilai sejarah yang sangat penting.

Palembang: Sejarah, Budaya, dan Daya Tariknya

Palembang, berdasarkan Prasasti Kedudukan Bukit tahun 682, merupakan kota tertua di Indonesia. Kota ini pernah menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya, kerajaan maritim berpengaruh di Asia Tenggara.

Sungai Musi, sungai terpanjang di Sumatera, membelah kota dan menjadi urat nadi kehidupan Palembang sejak zaman Sriwijaya. Sungai ini memisahkan wilayah Ilir dan Ulu.

Benteng Kuto Besak, landmark Palembang, dibangun pada 1772 atas prakarsa Sultan Muhammad Bahaudin. Benteng ini berfungsi sebagai pertahanan kerajaan dan pusat pemerintahan Kesultanan Palembang Darussalam.

Selain BKB, beberapa landmark lain yang memperkaya wisata Palembang antara lain Jembatan Ampera, Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I, dan Pulau Kemaro. Keberagaman ini menawarkan wisata sejarah, budaya dan religi.

Palembang juga dikenal dengan julukan “Kota Pempek”, menunjukkan kekayaan kulinernya. Pempek, tekwan, model, dan martabak HAR adalah beberapa hidangan khas yang wajib dicoba.

Kekayaan wisata Palembang meliputi wisata sejarah, wisata sungai Musi, wisata kuliner, dan wisata belanja. Kota ini menawarkan berbagai pilihan bagi para wisatawan.

Insiden rendang tersebut, meskipun menimbulkan kontroversi, tidak mengurangi pesona dan kekayaan budaya Palembang. Kota ini tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan peneliti sejarah. Harapannya, kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk menjaga citra dan kelestarian budaya kota.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *