Reece James menandai kembalinya ke timnas Inggris dengan gol debut yang spektakuler. Bek Chelsea itu mencetak gol dalam kemenangan 3-0 atas Latvia di laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.
Gol tersebut dicetak melalui tendangan bebas akurat di menit ke-38, memanfaatkan pelanggaran terhadap Myles Lewis-Skelly. Tendangannya tak mampu dihentikan kiper Latvia, Krisjanis Zviedris.
Debut Impian Setelah 2,5 Tahun Penantian
Laga di Wembley Stadium, Selasa (25/3/2025) dini hari WIB, bukan hanya menandai gol debut James. Ini juga merupakan penampilan penuh pertamanya selama 2,5 tahun terakhir.
Terakhir kali James bermain 90 menit penuh untuk Inggris adalah pada September 2022 saat melawan Jerman. Kembalinya ke lapangan hijau bersama timnas Inggris disambut antusias oleh James sendiri.
“Sudah lama sekali, selama dua tahun saya merasa frustrasi,” ungkap James kepada ITV usai pertandingan. “Saya sangat senang dipanggil oleh timnas lagi.”
James menjelaskan golnya berawal dari melihat pagar betis lawan. “Saya merasa saya bisa membelokkan bola,” katanya. “Saya agak terkejut bola itu masuk ke gawang.”
Pujian dari Thomas Tuchel dan Harapan untuk Piala Dunia
Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, memberikan pujian tinggi atas penampilan James. Tuchel tak ragu menurunkan James sejak menit awal dan terbukti menjadi keputusan yang tepat.
“Saya mengenal Reecey dan kualitas yang dimiliki anak itu sungguh menakjubkan,” puji Tuchel. “Dia berhak untuk bangga dan senang dengan penampilannya. Dia dalam kondisi yang sangat baik.”
James sendiri optimis menatap masa depan. Ia melihat penampilannya sebagai langkah awal menuju Piala Dunia. “Ide Thomas Tuchel jelas,” ujar James. “Kami punya satu tujuan dan itu dimulai sejak minggu ini hingga Piala Dunia.”
Inggris akan melanjutkan perjuangannya di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Andorra pada bulan Juni. Setelah itu, mereka akan menjalani laga persahabatan melawan Senegal.
Gol debut Reece James menjadi momentum positif bagi Inggris dalam upayanya lolos ke Piala Dunia. Penampilan impresifnya setelah melewati masa pemulihan yang panjang menunjukkan kualitas dan mentalitas juara yang dimilikinya. Kehadirannya di timnas semakin memperkuat lini pertahanan Inggris menjelang turnamen akbar tersebut.





