Harga BBM Vivo RON 90 Anjlok! Lebih Murah Berapa dari Pertalite?

Vivo kembali memberikan kabar gembira bagi para pengguna bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Perusahaan tersebut mengumumkan penurunan harga BBM RON 90, Revvo 90, mulai 1 April 2025.

Penurunan Harga BBM Vivo: Revvo 90 Kini Lebih Murah

Harga Revvo 90 turun menjadi Rp 12.700 per liter. Penurunan ini merupakan lanjutan dari pengumuman sebelumnya yang menetapkan harga Rp 12.800 per liter.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, pada Maret 2025, harga Revvo 90 masih berada di angka Rp 13.390 per liter. Artinya, terdapat penurunan harga signifikan sebesar Rp 690 per liter dalam satu bulan.

Perbandingan Harga Revvo 90 dengan Pertalite

Dengan harga Rp 12.700 per liter, Revvo 90 kini hanya terpaut Rp 2.700 dari harga Pertalite yang dibanderol Rp 10.000 per liter.

Selisih harga ini tentu akan berpengaruh pada pengeluaran konsumen, terutama untuk kendaraan dengan kapasitas tangki yang besar.

Dampak Penurunan Harga terhadap Pengeluaran Konsumen

Penggunaan Revvo 90 tetap lebih mahal daripada Pertalite, meski selisihnya lebih kecil dibanding sebelumnya.

Sebagai contoh, mengisi penuh tangki Toyota Avanza (43 liter) dengan Revvo 90 akan menghabiskan biaya Rp 546.100, sedangkan dengan Pertalite hanya Rp 430.000.

Perbedaan Biaya Pengisian Berbagai Jenis Mobil

Untuk mobil Mitsubishi Xpander dengan kapasitas tangki 45 liter, selisih biaya pengisian antara Revvo 90 dan Pertalite mencapai Rp 121.500.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga Revvo 90 turun, penggunaan BBM non-subsidi masih relatif lebih mahal dibandingkan Pertalite.

Penyesuaian Harga BBM Vivo Lainnya

Selain Revvo 90, Vivo juga menurunkan harga BBM jenis lainnya pada 1 April 2025.

Revvo 92 turun menjadi Rp 12.920 per liter, RON 95 menjadi Rp 13.370 per liter, dan Diesel Primus Plus menjadi Rp 14.060 per liter.

Penurunan harga ini diharapkan dapat memberikan keringanan bagi konsumen dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Langkah Vivo menurunkan harga BBM-nya ini patut diapresiasi sebagai bentuk respon terhadap kondisi ekonomi terkini. Namun, konsumen tetap perlu mempertimbangkan selisih harga dengan BBM subsidi sebelum memutuskan untuk beralih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *