Liga 1 Indonesia bersiap untuk perubahan signifikan dalam regulasi pemain asing. PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengajukan proposal penambahan kuota pemain asing untuk musim 2025/2026. Langkah ini sejalan dengan kebijakan baru AFC yang memberikan fleksibilitas kepada federasi nasional dalam menentukan kuotanya sendiri.
Namun, rencana ambisius ini masih menunggu persetujuan dari PSSI. Keputusan final diharapkan keluar akhir Mei mendatang, setelah evaluasi menyeluruh terhadap performa Liga 1 musim ini.
Rencana Peningkatan Kuota Pemain Asing di Liga 1
PT LIB mengusulkan peningkatan kuota pemain asing menjadi 11 per tim. Dari jumlah tersebut, delapan pemain asing diperbolehkan bermain dalam satu pertandingan.
Proposal ini merupakan respons terhadap kebijakan baru AFC yang memberi kebebasan kepada federasi dalam menentukan kuota pemain asing. Namun, realisasinya sepenuhnya bergantung pada persetujuan PSSI.
Untuk musim 2026/2027, LIB bahkan berencana lebih jauh. Semua 11 pemain asing akan diizinkan bermain secara bersamaan.
Sebelum memutuskan rencana ini, LIB akan mengevaluasi efektivitas regulasi saat ini yang membatasi maksimal delapan pemain asing dengan hanya enam yang dapat dimainkan dalam satu pertandingan. Data hingga pekan ke-31 Liga 1 akan menjadi pertimbangan utama.
Aturan Baru Menit Bermain Pemain Muda
Selain kuota pemain asing, aturan mengenai menit bermain pemain muda juga akan direvisi. LIB sedang menyiapkan revisi yang memperpanjang waktu bermain minimum bagi pemain muda.
Jika saat ini pemain muda diwajibkan bermain minimal 45 menit, maka di musim depan kemungkinan akan dinaikkan menjadi 90 menit. Ini merupakan permintaan langsung dari PSSI.
PSSI menginginkan peningkatan signifikan pada kesempatan bermain pemain muda. Regulasi final terkait menit bermain pemain muda akan diumumkan setelah proses evaluasi selesai.
Potensi Pemain Keturunan Memperkaya Liga 1
LIB juga memperhatikan potensi masuknya pemain keturunan atau naturalisasi ke Liga 1. Kehadiran mereka diprediksi akan meningkatkan daya saing dan daya tarik liga.
Direktur Utama LIB, Ferry Paulus, optimistis hal ini dapat meningkatkan kualitas dan semarak kompetisi Liga 1.
Kesimpulannya, perubahan regulasi di Liga 1 menandakan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kompetisi. Baik dari segi pemain asing maupun kesempatan bagi pemain muda lokal. PSSI dan LIB bersama-sama bekerja untuk memastikan perkembangan sepak bola Indonesia tetap kompetitif di kancah regional dan internasional. Kehadiran pemain keturunan juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap liga.





