Puasa Ekstrim 382 Hari: Kisah Nyata Pria Ajaib

Puasa Ekstrim 382 Hari: Kisah Nyata Pria Ajaib
Sumber: Detik.com

Bayangkan bertahan hidup tanpa makanan selama lebih dari setahun. Mustahil? Bagi Angus Barbieri, seorang pria Skotlandia, hal tersebut menjadi kenyataan. Kisah ekstremnya menjadi catatan medis yang menarik perhatian dunia dan hingga kini masih dibahas.

Pada tahun 1973, kasus Barbieri dipublikasikan dalam Postgraduate Medical Journal. Laporan tersebut menjabarkan perjuangannya bertahan hidup dengan hanya mengandalkan cairan selama 382 hari.

Bacaan Lainnya

Puasa Ekstrem untuk Menurunkan Berat Badan

Beratnya mencapai 207 kg, Barbieri mencari bantuan medis di Royal Infirmary of Dundee. Dokter merekomendasikan puasa sebagai metode penurunan berat badan.

Meskipun resikonya tinggi, Barbieri tetap bertekad melanjutkan program puasa tersebut. Tujuannya jelas: mencapai berat badan ideal 82 kg.

Proses Puasa dan Pengawasan Medis

Selama 382 hari, Barbieri menjalani puasa di bawah pengawasan ketat tim medis. Ia diperbolehkan mengonsumsi cairan, seperti kopi, teh, dan air soda bebas kalori.

Pemeriksaan rutin dilakukan untuk memantau kondisi kesehatannya. Hasil tes gula darah yang tetap stabil, meskipun berada dalam kondisi hipoglikemia, membuktikan bahwa ia memang benar-benar tidak mengonsumsi makanan padat.

Barbieri menjalani sebagian besar masa puasanya di rumah, hanya datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan berkala dan rawat inap singkat.

Ada kalanya ia menambahkan sedikit gula atau susu ke dalam teh, terutama di minggu-minggu terakhir puasanya. Hal ini dicatat oleh tim dokter yang menanganinya.

Hasil Puasa dan Dampak Jangka Panjang

Setelah 382 hari, Barbieri berhasil mencapai berat badan idealnya, yaitu 82 kg. Penurunan berat badan yang signifikan ini mengejutkan tim medis.

Lima tahun setelah menyelesaikan puasanya, berat badannya tetap terjaga di angka 89 kg. Ini menunjukkan keberhasilan jangka panjang dari program penurunan berat badan ekstremnya tersebut.

Namun, perlu ditekankan bahwa kasus Barbieri sangatlah unik dan tidak boleh ditiru. Puasa ekstrem berisiko tinggi terhadap kesehatan dan hanya boleh dilakukan di bawah pengawasan medis yang ketat.

Perlu konsultasi dengan ahli gizi dan dokter sebelum melakukan program diet ketat apapun. Kesehatan adalah hal terpenting dan harus diutamakan.

Kisah Angus Barbieri memberikan gambaran yang menarik tentang kemampuan tubuh manusia beradaptasi dengan kondisi ekstrem. Namun, penting untuk mengingat bahwa ini merupakan kasus yang luar biasa dan tidak boleh dijadikan acuan untuk program penurunan berat badan bagi masyarakat umum. Kesehatan dan keselamatan harus selalu diprioritaskan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *