Silo Putuskan: Tidak Ada Dividen, Alasannya Mengejutkan!

Silo Putuskan: Tidak Ada Dividen, Alasannya Mengejutkan!
Sumber: Liputan6.com

PT Siloam Internasional Hospitals Tbk (SILO) mengumumkan tidak akan membagikan dividen untuk tahun buku 2024. Keputusan ini diambil setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), dengan alasan seluruh laba bersih akan diinvestasikan kembali untuk meningkatkan layanan kesehatan di jaringan rumah sakit Siloam. Langkah ini menunjukkan komitmen Siloam dalam pengembangan infrastruktur dan layanan medis.

Meskipun menghadapi tantangan ekonomi makro dan persaingan industri, Siloam mencatatkan kinerja keuangan yang solid di tahun 2024. Pendapatan mencapai Rp 12,2 triliun, EBITDA dasar Rp 2,76 triliun, dan laba bersih Rp 950 miliar.

Bacaan Lainnya

Tidak Ada Dividen, Fokus pada Investasi Kesehatan

Direktur PT Siloam Internasional Hospital Tbk, Daniel Phua, menegaskan keputusan untuk tidak membagikan dividen. Seluruh laba bersih tahun 2024 akan menjadi laba ditahan perusahaan untuk mendanai berbagai proyek pengembangan.

Investasi ini akan difokuskan pada peningkatan layanan di 41 rumah sakit Siloam di seluruh Indonesia. Perusahaan optimistis pertumbuhan akan tetap stabil di tahun 2025, sejalan dengan pencapaian tahun sebelumnya.

Investasi Capex Mencapai Rp 2 Triliun di Semester Pertama 2025

Siloam telah mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 2 triliun hingga pertengahan tahun 2025. Dana ini dialokasikan untuk meningkatkan operasional medis dan fasilitas di berbagai rumah sakit jaringan Siloam.

Investasi ini mencerminkan strategi jangka panjang Siloam untuk memperkuat posisi pasar dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Perusahaan berkomitmen untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan industri.

Akuisisi Lahan di Makassar untuk Perluasan Rumah Sakit

Selain investasi internal, Siloam juga aktif melakukan ekspansi melalui akuisisi aset. Salah satunya adalah pembelian dua bidang tanah di Makassar, Sulawesi Selatan, senilai total Rp 42,19 miliar.

Lahan seluas 2.306 meter persegi di Jalan Metro Tanjung Bunga ini akan digunakan untuk mengembangkan Rumah Sakit Siloam Makassar (SHMK). Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan layanan rumah sakit.

Rincian Akuisisi Lahan di Makassar

Pembelian lahan tersebut terdiri dari dua transaksi. Pertama, lahan milik PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) senilai Rp 23,89 miliar.

Kedua, lahan milik PT Sentra Sarana Karya (SSK) senilai Rp 18,3 miliar. Kedua transaksi tersebut telah sesuai dengan peraturan OJK dan telah dinilai wajar oleh KJPP DYR.

Transparansi dan Kepatuhan terhadap Regulasi

Transaksi akuisisi lahan di Makassar telah dilakukan secara transparan dan sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nilai transaksi sebesar 0,48% dari ekuitas Siloam per 31 Desember 2024.

Direksi dan Dewan Komisaris SILO memastikan transaksi tersebut tidak mengandung benturan kepentingan. Semua informasi material telah diungkapkan secara terbuka kepada publik.

Pertumbuhan yang Signifikan dalam Lima Tahun Terakhir

Dalam lima tahun terakhir, Siloam menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di bawah strategi Siloam 5.0. Pendapatan meningkat sebesar 72 persen dan EBITDA naik sebesar 177 persen.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume pasien rawat jalan dan rawat inap, efisiensi operasional, serta fokus pada perawatan pasien. Jumlah tempat tidur meningkat menjadi 7.932.

  • Lebih dari 4 juta kunjungan rawat jalan.
  • 300.000 pasien rawat inap.
  • Lebih dari 100.000 tindakan operasi.

Keberhasilan Siloam dalam meningkatkan layanan dan efisiensi operasional menjadi kunci kesuksesan perusahaan. Komitmen perusahaan untuk berinvestasi kembali pada peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan menunjukkan visi jangka panjang Siloam dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Dengan strategi yang tepat dan komitmen yang kuat, Siloam diperkirakan akan terus berkembang dan berkontribusi signifikan pada industri kesehatan di Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *