Sanata Dharma: Tiga Profesor Baru, Inovasi Pendidikan Unggul

Sanata Dharma: Tiga Profesor Baru, Inovasi Pendidikan Unggul
Sanata Dharma: Tiga Profesor Baru, Inovasi Pendidikan Unggul

Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta baru saja menambah tiga profesor baru dalam jajaran akademisinya. Pengukuhan ini menandai pencapaian luar biasa bagi USD dan memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Yogyakarta.

Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat di Ruang Drost, Kampus III Paingan, Yogyakarta pada Rabu, 30 April 2024, dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V dan Uskup Agung Semarang.

Bacaan Lainnya

Pengukuhan Tiga Guru Besar dari Berbagai Disiplin Ilmu

Tiga guru besar yang dikukuhkan berasal dari disiplin ilmu yang berbeda, memperkaya keanekaragaman akademik USD.

Prof. Dr. rer. nat. Herry Pribawanto Suryawan dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Analisis Stokastik.

Prof. Paulus Sarwoto, Ph.D., meraih gelar profesor dalam bidang Sastra Perbandingan.

Sementara itu, Prof. Dr. C.B. Mulyatno, Pr., dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Filsafat Pendidikan.

Kisah Inspiratif di Balik Gelar Profesor

Perjalanan akademik ketiga profesor ini sarat dengan kisah inspiratif dan penuh tantangan.

Prof. Herry Suryawan, lulusan Universität Kaiserslautern Jerman, telah mencintai matematika sejak SMA dan aktif dalam penelitian serta membimbing Olimpiade Matematika Nasional.

Ia menekankan pentingnya memandang kesulitan sebagai tantangan untuk meningkatkan kemampuan. Analisis Stokastik, bidang keahliannya, dijelaskan sebagai metode ilmiah untuk memahami ketidakpastian.

Prof. Dr. C.B. Mulyatno, Pr., atau Romo Mul, memiliki latar belakang yang unik. Perjalanan hidupnya dimulai sebagai koster gereja di Solo, dan sempat terhenti pendidikannya setelah SD karena keterbatasan ekonomi.

Namun, kegigihannya membawanya kembali ke bangku sekolah hingga meraih gelar doktor. Ia kini konsisten mengkampanyekan pendidikan demokratis dan etika pelayanan.

Prof. Paulus Sarwoto, Ph.D., seorang intelektual sastra yang pernah menempuh pendidikan pascasarjana di Louisiana State University (beasiswa Fulbright) dan Monash University, Australia, menekankan pentingnya membaca teks sastra bukan hanya sebagai teks, tetapi juga sebagai refleksi manusia dan peradabannya.

Penguatan Misi dan Visi Universitas Sanata Dharma

Pengukuhan ketiga guru besar ini sejalan dengan visi dan misi USD yang menggabungkan intelektualitas dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Rektor USD, Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D., menyatakan pengukuhan ini sebagai refleksi dari cita-cita USD, yaitu pengabdian nyata bagi umat manusia.

Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, menambahkan bahwa ketiga guru besar tersebut mewakili keberagaman ilmu pengetahuan yang bersumber dari satu semangat: membangun peradaban melalui pendidikan yang bermakna.

Prof. Setyabudi Indartono, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V, mengapresiasi pencapaian USD, mengingat hanya 9 dari 100 perguruan tinggi swasta di Yogyakarta yang berakreditasi unggul, dan USD merupakan salah satunya.

Keberadaan ketiga guru besar baru ini semakin memperkuat posisi USD sebagai perguruan tinggi terkemuka yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan pribadi yang utuh. Hal ini tentu akan berdampak positif bagi masyarakat luas.

Keberhasilan USD dalam mencetak para akademisi berkualitas tinggi ini menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *