PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan kesiapan penuh dalam menyediakan energi untuk penerbangan haji tahun 2025 di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Langkah ini diambil untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan yang akan melayani 82 kloter jamaah haji. Persiapan matang ini menjadi jaminan agar perjalanan ibadah para jamaah haji dapat berjalan lancar dan khidmat.
Periode penerbangan haji tahun 2025 berlangsung cukup panjang, yakni mulai 1 Mei hingga 12 Juli 2025. Hal ini membutuhkan perencanaan dan manajemen energi yang optimal untuk memastikan ketersediaan bahan bakar avtur.
Kesiapan Infrastruktur dan Logistik Pertamina untuk Haji Flight 2025
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah melakukan persiapan menyeluruh untuk menunjang keberhasilan penerbangan haji tahun 2025. Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin telah memastikan kesiapan sarana dan prasarana, termasuk sistem suplai bahan bakar avtur.
Sistem pipanisasi dari Integrated Terminal (IT) Makassar ke AFT Hasanuddin menjadi andalan utama dalam distribusi avtur. Sebagai langkah antisipasi, skema kontingensi melalui penggunaan *bridger* juga disiapkan untuk menjamin kontinuitas suplai bahan bakar.
Fasilitas Pendukung yang Memadai
Tersedia lima unit *refueling truck* berkapasitas 40 KL, empat unit berkapasitas 25 KL, satu unit berkapasitas 16 KL, dua unit *bridger* 24 KL, dan empat *storage tank* masing-masing berkapasitas 2.200 KL. Semua fasilitas telah menjalani inspeksi ketat dan dinyatakan siap beroperasi selama periode penerbangan haji.
Seluruh fasilitas ini menjamin ketersediaan avtur yang cukup untuk memenuhi kebutuhan penerbangan haji sepanjang periode tersebut. Pertamina berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaah.
Sumber Daya Manusia yang Terlatih dan Siaga
Lebih dari seratus personel operasional telah disiapkan dan dinyatakan siap bekerja selama periode penerbangan haji. Pertamina telah memastikan seluruh kebutuhan operasional dapat dipenuhi oleh tim internal yang terlatih dan berpengalaman.
Kesiapan SDM ini merupakan kunci keberhasilan dalam memastikan lancarnya proses pengisian bahan bakar pesawat. Pertamina menjamin pelayanan yang handal dan responsif.
Koordinasi dan Kolaborasi yang Erat dengan Stakeholder
Pertamina Patra Niaga Sulawesi secara aktif berkoordinasi dengan berbagai *stakeholder*, termasuk otoritas bandara, maskapai penerbangan, dan pemerintah daerah. Tujuannya untuk memastikan kelancaran dan keamanan penerbangan haji.
Koordinasi yang baik dengan para pemangku kepentingan akan meminimalisir potensi kendala yang dapat mengganggu kelancaran penerbangan. Transparansi informasi juga menjadi prioritas utama Pertamina.
Proyeksi Kebutuhan Avtur dan Tahapan Penerbangan
Penerbangan haji 2025 terbagi dalam dua fase. Fase I (1-31 Mei 2025) melibatkan penerbangan dari Makassar ke Medan (KNO) dengan skema transit. Fase II (11 Juni-12 Juli 2025) akan langsung menuju Jeddah atau Madinah.
Total kebutuhan avtur diperkirakan mencapai 5.209 KL. Angka ini menunjukkan besarnya tanggung jawab Pertamina dalam mendukung kelancaran ibadah haji.
Komitmen Pertamina dalam Mendukung Kelancaran Ibadah Haji
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen untuk menjaga keandalan pasokan energi dan mendukung kelancaran penerbangan haji 2025. Ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam momen ibadah haji yang sangat sakral.
Persiapan yang matang dan komprehensif ini diharapkan dapat menjamin kelancaran penerbangan haji, sehingga para jamaah dapat menunaikan ibadah dengan nyaman dan khusyuk. Pertamina berharap dapat terus berkontribusi positif dalam mendukung perjalanan suci jamaah haji Indonesia.





