Rupiah kembali menunjukkan performa positif terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (12/6/2025). Penguatan ini mencerminkan sentimen positif di pasar keuangan global dan domestik.
Pada pukul 09.06 WIB, rupiah berhasil mencapai level Rp 16.243 per dolar AS, menguat 17 poin atau 0,10 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di angka Rp 16.260 per dolar AS. Penguatan ini melanjutkan tren positif yang telah terjadi beberapa hari sebelumnya.
Penguatan Rupiah Didorong Pelemahan Dolar AS
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memprediksi penguatan rupiah akan berlanjut. Ia menilai pelemahan dolar AS menjadi faktor utama di balik tren positif ini.
Pelemahan dolar AS sendiri didorong oleh data inflasi AS bulan Mei yang lebih rendah dari perkiraan. Hal ini meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Penurunan suku bunga oleh The Fed biasanya akan melemahkan dolar AS karena mengurangi daya tarik investasi di Amerika Serikat. Sebaliknya, hal ini dapat mendorong aliran modal asing ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, yang pada akhirnya akan memperkuat mata uang lokal seperti rupiah.
Sentimen Positif dari Pasar Domestik
Selain faktor eksternal, sentimen positif dari pasar domestik juga berperan penting dalam penguatan rupiah. Aliran modal asing yang masuk ke pasar ekuitas Indonesia (“risk on”) turut menopang kinerja rupiah.
Lukman Leong memperkirakan pergerakan rupiah akan berada di kisaran Rp 16.200 hingga Rp 16.300 per dolar AS sepanjang hari ini. Prediksi ini menunjukkan keyakinan akan berlanjutnya tren positif rupiah.
Kurs Rupiah di Beberapa Bank Besar Indonesia
Kurs tengah Jisdor pada Rabu (11/6/2025) mencatat rupiah di level Rp 16.265 per dolar AS, menunjukkan penguatan dibandingkan hari Selasa (10/6/2025) yang berada di Rp 16.276 per dolar AS.
Berikut kurs jual beli rupiah di beberapa bank besar di Indonesia:
- BRI: Jual Rp 16.282, Beli Rp 16.255
- Bank Mandiri: Jual Rp 16.280, Beli Rp 16.250
- BNI: Jual Rp 16.355, Beli Rp 16.205
- BCA: Jual Rp 16.267, Beli Rp 16.247
- CIMB Niaga: Jual Rp 16.279, Beli Rp 16.254
Perlu diingat bahwa kurs jual merupakan harga yang ditawarkan bank untuk menjual dolar AS, sedangkan kurs beli adalah harga yang ditawarkan bank untuk membeli dolar AS dari nasabah.
Secara keseluruhan, penguatan rupiah pada Kamis (12/6/2025) menunjukkan kinerja yang positif. Kombinasi faktor global berupa pelemahan dolar AS dan sentimen domestik yang baik menjadi pendorong utama. Meskipun demikian, perlu diwaspadai potensi perubahan yang dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah ke depannya. Pemantauan terhadap perkembangan ekonomi global dan domestik tetap penting untuk melihat arah pergerakan rupiah selanjutnya.





