Kopi Toraja Kembali Berjaya: Kisah Inspiratif Wanita Pegunungan Kandora

Kopi Toraja Kembali Berjaya: Kisah Inspiratif Wanita Pegunungan Kandora
Kopi Toraja Kembali Berjaya: Kisah Inspiratif Wanita Pegunungan Kandora

Di jantung Sulawesi Selatan, tepatnya 329 kilometer sebelah utara Makassar, terhampar kabupaten Tana Toraja. Keindahan alamnya yang memesona, dengan topografi mencapai 1000 meter di atas permukaan laut, tak hanya menghasilkan budaya yang kaya, tetapi juga kopi berkualitas tinggi, yang diakui dunia.

Salah satu putra daerah, Arni Pabunga, berhasil memanfaatkan potensi ini. Mantan karyawan pertambangan ini kini sukses mengembangkan bisnis kopi bermerek Kandora Coffee, membawa cita rasa khas Toraja ke kancah nasional dan internasional.

Bacaan Lainnya

Dari Pertambangan ke Perkebunan Kopi

Setelah enam tahun berkarier di industri pertambangan, Arni memilih pensiun dini pada awal 2018. Ia melihat potensi besar dari perkebunan kopi di kampung halamannya, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja.

Awalnya, kopi hasil olahannya hanya menjadi oleh-oleh bagi wisatawan asing. Namun, kecintaan Arni pada kopi Toraja dan antusiasme para penikmatnya mendorongnya untuk serius menekuni bisnis ini.

Proses pengolahan kopi Kandora Coffee tetap mempertahankan metode tradisional. Pengupasan buah kopi dilakukan dengan mesin tradisional, dilanjutkan pengeringan, pengupasan biji, dan pemanggangan menggunakan kayu bakar. Proses pemanggangan membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menghasilkan 1 kg biji kopi pilihan.

Keunikan proses ini, menurut Arni, menjadi rahasia di balik cita rasa unik kopi Kandora. Hanya biji kopi terbaik yang dipilih dan diolah, menghasilkan cita rasa original kopi Toraja yang khas.

Kandora Coffee: Dari Oleh-Oleh Lokal Menuju Pasar Global

Nama Kandora diambil dari nama gunung yang menaungi kampung halaman Arni. Nama tersebut menjadi branding yang kuat untuk usahanya.

Arni memulai usahanya dengan memasarkan kopi kepada warga lokal. Pengolahan kopi masih dilakukan secara manual dengan bantuan keluarga, sehingga produksinya masih terbatas.

Bahan baku kopi mudah didapatkan karena hampir semua warga setempat menanam kopi. Arni memperoleh bahan baku dengan harga standar, bahkan sebagian berasal dari kebun keluarganya sendiri.

Meskipun proses pengolahan masih tradisional, kemasan Kandora Coffee dirancang dengan tampilan yang elegan. Tersedia dalam kemasan kacang (250 gram hingga 1000 gram) dan kemasan tanah (100 gram hingga 1000 gram).

Kandora Coffee juga menawarkan varian lain, seperti Kopi Tetes paket kecil (Kandora Drip Coffee) dan Maraya Coffee (campuran kopi, gula aren, dan susu dalam kemasan dingin).

Kini, produk Kandora Coffee dapat dibeli secara online melalui media sosial dan secara offline di berbagai outlet, termasuk Bandara Sultan Hasanuddin, beberapa hotel, toko oleh-oleh, dan supermarket.

Bangkit dari Pandemi dan Raih Kesuksesan

Pandemi Covid-19 memberikan pukulan keras bagi bisnis Kandora Coffee pada tahun 2020. Banyak produk dikembalikan karena minim peminat dan masa kadaluarsa. Arni mengalami kerugian dan terpaksa mengurangi jumlah karyawan dari 10 menjadi 4 orang.

Namun, bantuan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memberikan angin segar. Arni mendapatkan rekomendasi dari Dekranasda Sulsel untuk memperoleh bantuan modal usaha melalui program UMKM.

Proses pengajuan pinjaman modal relatif mudah dan cepat. Setelah wawancara singkat dan pengisian formulir, Arni menerima bantuan sebesar Rp75 juta dalam waktu dua minggu.

Dana tersebut digunakan untuk membeli peralatan produksi, memperbaiki kemasan, menambah varian produk, dan meningkatkan pemasaran, baik online maupun offline. Arni dibantu adiknya, Usni Pabunga, untuk memasarkan produk hingga ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

Berkat kerja keras dan bantuan tersebut, Kandora Coffee kembali tumbuh. Pemesanan meningkat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, termasuk Swiss, Korea Selatan, Jepang, dan Belanda. Omzet bulanan kini mencapai sekitar Rp25 juta.

Arni bahkan berkesempatan bertemu Presiden Joko Widodo dalam Trade Expo Indonesia 2022. Kesuksesan Kandora Coffee menjadi bukti nyata bahwa kegigihan dan kualitas produk dapat membawa cita rasa lokal ke panggung dunia.

Kisah Arni Pabunga dan Kandora Coffee menginspirasi – bukti nyata bahwa potensi lokal dapat diolah menjadi bisnis yang sukses dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Keberhasilannya tak hanya berkat kualitas kopi Toraja yang luar biasa, tetapi juga kerja keras, keuletan, dan keberanian mengambil peluang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *