Badan Gizi Nasional (BGN) akan memperketat prosedur operasional standar (SOP) program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul sejumlah kasus keracunan. Kasus terbaru di Kota Bogor bahkan telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa SPPG Sekolah Bosowa Bina Insani yang menjadi lokasi kejadian merupakan proyek percontohan BGN. Kantin sekolah tersebut difungsikan sebagai dapur MBG.
Penyebab Keracunan dan Perbedaan dengan Kasus Sebelumnya
Hasil laboratorium menunjukkan kontaminasi Salmonella dan E.coli pada air, telur, dan sayuran. Reaksi keracunan di Bogor terbilang lambat, muncul beberapa hari setelah konsumsi makanan.
Berbeda dengan kasus keracunan di Cianjur, Sukoharjo, Bandung, dan Tasikmalaya, gejala di Bogor baru muncul signifikan pada hari Kamis dan Jumat. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah keluhan dan penetapan status KLB oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor.
Langkah-langkah Perbaikan SOP Program MBG
BGN akan menerapkan beberapa langkah perbaikan. Seleksi bahan baku akan diperketat, dan waktu pengolahan dan pengiriman makanan akan dipersingkat.
Pemendekan waktu proses ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kontaminasi. SPPG yang membutuhkan waktu lama untuk memasak akan diberikan pelatihan khusus untuk mempercepat proses.
Mekanisme pengiriman juga akan diperketat, termasuk waktu pengiriman ke sekolah dan waktu konsumsi. Hal ini untuk mencegah kasus terlambatnya konsumsi makanan karena kegiatan sekolah.
Kebijakan membawa pulang makanan oleh siswa juga akan dibatasi. Makanan yang telah disiapkan memiliki batas waktu konsumsi yang harus dipatuhi.
Pelatihan ulang bagi petugas SPPG akan dilakukan setiap 2-3 bulan sekali. Hal ini untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kualitas makanan.
Metode *add-cont* untuk pembelian bahan baku akan tetap digunakan. Metode ini menjamin kualitas makanan meskipun terjadi fluktuasi harga bahan baku.
Evaluasi dan Penutupan Sementara SPPG Bosowa Bina Insani
SPPG Bosowa Bina Insani akan ditutup sementara untuk evaluasi dan inspeksi. Pemerintah akan menanggung biaya pengobatan para korban keracunan.
Penutupan sementara ini merupakan langkah penting untuk memastikan keamanan dan kualitas program MBG ke depannya. Evaluasi yang menyeluruh akan dilakukan sebelum program kembali beroperasi.
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi BGN untuk meningkatkan standar keamanan pangan dalam program MBG. Perbaikan SOP dan pelatihan berkelanjutan diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang dan menjamin terselenggaranya program MBG yang aman dan bergizi bagi para siswa.





