Industri Lokal Kuasai Pasar Pipa Baja, Tekan Impor Spanyol

Industri Lokal Kuasai Pasar Pipa Baja, Tekan Impor Spanyol
Sumber: Liputan6.com

Indonesia berupaya mengurangi ketergantungan impor pipa baja untuk proyek migas lepas pantai. Langkah strategis ini ditempuh melalui kolaborasi antara perusahaan dalam negeri, PT CT Advance Technology, dan perusahaan asal Spanyol, Tubacex Group.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kolaborasi ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan membuka peluang ekspor.

Bacaan Lainnya

Kerja Sama Strategis Tekan Impor Pipa Baja

PT CT Advance Technology akan memproduksi baja tahan karat berkualitas tinggi. Jenis baja yang akan diproduksi meliputi Austenitic, Duplex, Super Duplex, dan 6Mo.

Selain itu, perusahaan juga akan memproduksi pipa dan fitting berbahan baku paduan tinggi lainnya. Target produksi mencapai 10.000 ton material duplex per tahun.

Presiden Direktur CT Advance Technology, Henry Leo, menjelaskan pentingnya kerja sama ini. Pipa baja tahan karat sangat dibutuhkan untuk proyek migas lepas pantai karena tingkat korosi yang tinggi.

Pasar dalam negeri menjadi fokus utama. Namun, Henry Leo juga menargetkan ekspor ke negara-negara ASEAN dan Eropa.

Ekspansi ke pasar Amerika Serikat masih akan dikaji lebih lanjut. Hal ini menunjukkan strategi yang hati-hati dan terukur dalam penetrasi pasar global.

Potensi Besar Industri Logam di Indonesia

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, mengungkapkan potensi pertumbuhan industri logam dasar yang signifikan.

Pertumbuhan industri logam dasar mencapai 14,47% secara tahunan. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sektor manufaktur non-migas lainnya yang hanya 4,31%.

Investasi di sektor ini juga menunjukkan tren positif. Investasi mencapai lebih dari Rp 67 triliun atau sekitar US$ 4 miliar.

Produksi crude steel Indonesia pada tahun 2024 mencapai 17 juta ton. Hal ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-14 dunia dalam produksi crude steel.

Meskipun terdapat 14 produsen OCTG dalam negeri, kapasitas produksi yang ada baru dimanfaatkan sekitar 40%. Ini menandakan adanya potensi besar untuk meningkatkan produksi dalam negeri.

Dukungan Pemerintah dan Proyek-Proyek Besar

Kolaborasi PT CT Advance Technology dan Tubacex Group akan mendukung proyek-proyek besar. Proyek tersebut antara lain BP Tangguh UCC dan Kutei North Hub.

Investasi yang digelontorkan mencapai Rp 100 miliar. Proyek ini juga akan menciptakan 50 lapangan kerja baru.

PT CT Advance Technology akan melakukan proses hilirisasi produk setengah jadi dari Tubacex Group. Proses hilirisasi ini akan dilakukan di fasilitas produksi di Cilegon.

Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi ini. Dukungan tersebut termasuk dalam proses alih teknologi antara kedua perusahaan.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat industri dalam negeri. Industri dalam negeri diharapkan mampu bersaing di pasar global, tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik.

Inisiatif ini merupakan langkah penting dalam membangun kapabilitas industri dalam negeri. Langkah ini juga merupakan fondasi bagi industri yang berorientasi ekspor.

Dengan meningkatnya produksi dalam negeri, diharapkan impor pipa baja dapat ditekan secara signifikan. Hal ini akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *