Ikan Purba Coelacanth Muncul! Penampakan Langka di Laut Maluku

Ikan Purba Coelacanth Muncul! Penampakan Langka di Laut Maluku
Ikan Purba Coelacanth Muncul! Penampakan Langka di Laut Maluku

Ikan coelacanth, spesies purba yang dianggap punah sejak tahun 1930-an, kembali menjadi sorotan. Penampakan terakhirnya oleh nelayan pada dekade tersebut membuat keberadaannya menjadi misteri selama hampir seabad.

Namun, sebuah penemuan baru-baru ini telah mengejutkan dunia ilmu pengetahuan. Para ilmuwan berhasil bertemu dan mendokumentasikan ikan ini di perairan Indonesia.

Bacaan Lainnya

Penemuan di Laut Maluku

Spesies langka ini ditemukan di perairan Maluku, Indonesia. Coelacanth Indonesia merupakan salah satu dari dua spesies yang masih hidup dan dijuluki “fosil hidup”.

Mereka mendiami zona senja laut, area yang berada antara 200 hingga 1.000 meter di bawah permukaan laut. Ini menjadi habitat yang unik dan menantang untuk dipelajari.

Dua Spesies Coelacanth yang Masih Ada

Terdapat dua spesies coelacanth yang diketahui masih hidup hingga saat ini. Pertama adalah coelacanth Samudra Hindia Barat (Latimeria chalumnae), yang ditemukan di Selat Mozambik, Afrika Selatan hingga Kepulauan Komoro.

Spesies kedua adalah coelacanth Sulawesi (Latimeria menadoensis), yang ditemukan di lepas pantai Sulawesi dan Papua Barat, Indonesia. Penemuan di Indonesia ini baru terjadi pada tahun 2024.

Coelacanth Samudra Hindia Barat berhasil diabadikan oleh fotografer bawah air Laurent Ballesta lebih dari 10 tahun lalu. Sementara itu, penemuan coelacanth Indonesia dilakukan oleh penyelam dari UNSEEN Expeditions, Alexis Chappuis dan Julien Leblond, dibantu oleh beberapa ilmuwan Indonesia.

Para ilmuwan Indonesia yang terlibat antara lain Frensly D Hukom (BRIN), M Janib Achmad (Universitas Khairun Ternate), I Gede Hendrawan (Universitas Udayana), dan Gino V Limmon (Universitas Pattimura Ambon).

Status Konservasi dan Implikasi Penemuan

Ekspedisi di perairan Maluku dilakukan pada Oktober 2024, di kedalaman sekitar 144 meter. Kedalaman maksimal penyelaman mencapai 152-243 meter.

Penemuan ini menandai momen bersejarah, karena merupakan kali pertama para peneliti dapat mengamati dan memotret coelacanth Indonesia di habitat aslinya. Ikan ini diperkirakan telah ada lebih dari 400 juta tahun yang lalu.

Sayangnya, kedua spesies coelacanth terancam punah. IUCN mengklasifikasikan coelacanth Samudra Hindia Barat sebagai “sangat terancam punah”.

Sementara itu, coelacanth Indonesia dikategorikan sebagai spesies “rentan” punah. Penemuan di perairan Maluku sangat penting bagi upaya konservasi.

Informasi ini membantu menentukan jangkauan spesies dan merancang rencana konservasi yang efektif. Hal ini akan membantu melestarikan coelacanth di Laut Maluku dan menjaga “fosil hidup” ini untuk generasi mendatang.

Penemuan ini telah dilaporkan dalam jurnal *Scientific Reports* dengan judul ‘First record of a living coelacanth from North Maluku, Indonesia‘. Semoga penemuan ini akan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian spesies langka dan habitatnya.

Keberadaan coelacanth di perairan Indonesia menunjukkan kekayaan biodiversitas laut negara kita dan sekaligus menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestariannya. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami lebih dalam kehidupan dan perilaku spesies purba ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *