Capex Pratama Widya 2026: Proyeksi Naik, Siap Hadapi Tantangan?

Capex Pratama Widya 2026: Proyeksi Naik, Siap Hadapi Tantangan?
Sumber: Liputan6.com

PT Pratama Widya Tbk (PTPW) memproyeksikan peningkatan signifikan pada belanja modal (Capex) di tahun 2026. Anggaran Capex ditargetkan mencapai Rp120 miliar, meningkat tiga kali lipat dari Rp40 miliar di tahun 2025. Peningkatan ini terutama didorong oleh rencana operasional pabrik tiang pancang baru di Batam.

Meskipun demikian, jumlah anggaran tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah tergantung kondisi ekonomi, khususnya sektor konstruksi. Hal ini penting untuk diperhatikan mengingat fluktuasi pasar yang mungkin terjadi.

Bacaan Lainnya

Proyeksi Capex Meningkat Tajam di 2026

Peningkatan drastis Capex PTPW di tahun 2026 sejalan dengan dimulainya operasional pabrik tiang pancang di Batam. Pabrik ini membutuhkan pasokan bahan baku yang besar, seperti batu, pasir, dan semen.

Manajemen PTPW telah menyampaikan hal ini dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 10 Juni 2025. Kebutuhan modal kerja perusahaan akan meningkat tajam untuk mendukung operasional pabrik baru tersebut.

Penurunan Pendapatan di 2024 dan Strategi Pemulihan

Tahun 2024 menjadi tahun yang kurang menguntungkan bagi PTPW. Pendapatan perusahaan turun sekitar 6 persen menjadi Rp371,97 miliar.

Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Ketidakpastian politik selama Pemilu Presiden berdampak pada harga proyek konstruksi. Kontribusi anak usaha juga menurun menjadi Rp61,51 miliar karena fokus produksi readymix yang memiliki margin keuntungan lebih rendah.

Strategi Diversifikasi Bisnis

Untuk mengatasi penurunan kinerja, PTPW akan melakukan beberapa strategi. Perusahaan akan mengalihkan fokus penjualan dari sektor BUMN ke sektor swasta.

Langkah lainnya adalah diversifikasi bisnis. PTPW akan merambah sektor industri baru melalui kerja sama Joint Operation dan Joint Venture.

Pengembangan Kompetensi Baru

Salah satu contoh diversifikasi bisnis adalah proyek Joint Operation pada tahun 2023 untuk pembangunan Batching Plant produksi readymix di Penajam, Kalimantan Timur. Ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam ekspansi bisnis.

PTPW juga berencana mengembangkan kompetensi di bidang teknologi micro tunneling. Teknologi ini akan digunakan untuk pembangunan terowongan kecil di bawah tanah untuk sistem pengolahan limbah.

Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham

Pada tanggal 10 Juni 2025, IHSG diperkirakan berpotensi menguat terbatas setelah libur panjang. Namun, tetap ada potensi koreksi.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memprediksi IHSG akan berada di rentang 6.713-7.009. Sedangkan PT Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG akan berada di level support 7.000 dan resistance 7.160.

Rekomendasi Saham dari Analis

PT Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham INCO, HRUM, dan HMSP. Sementara itu, Herditya merekomendasikan saham ARTO, BBTN, ENRG, dan MEDC.

Perlu diingat bahwa rekomendasi saham ini bersifat subjektif dan investor harus melakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

PTPW menghadapi tantangan dan peluang di tahun-tahun mendatang. Peningkatan Capex menunjukkan optimisme perusahaan, namun penurunan pendapatan di 2024 menjadi catatan penting. Strategi diversifikasi dan pengembangan kompetensi menjadi kunci keberhasilan PTPW ke depannya. Perlu dipantau bagaimana strategi ini akan berdampak pada kinerja keuangan perusahaan di masa mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *