CEO Badan Pelaksana Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa pengangkatan pengurus lembaga tersebut sepenuhnya bebas dari intervensi pihak manapun, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
Bahkan, Prabowo sendiri telah memberikan arahan agar proses pengangkatan pengurus Danantara berlangsung transparan dan bebas dari intervensi.
Pengurus Danantara Bebas dari Titipan
Rosan menyatakan telah menyerahkan daftar nama calon pengurus kepada Presiden Prabowo. Prabowo kemudian secara eksplisit menanyakan apakah ada nama yang merupakan titipan darinya.
Rosan menegaskan tidak ada satu pun nama yang merupakan titipan dari Presiden. Hal ini disampaikan Rosan melalui akun Instagram pribadinya, @rosanroeslani.
Arahan Presiden Prabowo sangat tegas: tidak ada titipan dan intervensi dalam proses pemilihan pengurus Danantara.
Presiden Prabowo tidak hanya melihat nama-nama yang diajukan, tetapi juga menganalisis CV masing-masing calon secara detail.
Kompetensi Jadi Prioritas Utama
Rosan mengungkapkan keyakinannya terhadap kompetensi para calon pengurus Danantara. Prabowo dan timnya melakukan analisis mendalam terhadap CV setiap calon.
Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa calon-calon pengurus tersebut memang profesional dan kompeten di bidangnya.
Struktur lengkap kepengurusan Danantara akan diumumkan secara resmi pada Senin, 24 Maret 2025, pukul 12 siang.
Pengumuman tersebut akan mencakup detail lengkap mengenai siapa saja yang akan menjabat di lembaga tersebut.
Rosan belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai siapa saja yang akan diumumkan, termasuk apakah pengumuman akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo.
Proses seleksi yang transparan dan berfokus pada kompetensi ini diharapkan dapat memastikan keberhasilan BPI Danantara dalam menjalankan tugasnya.
Dengan memastikan kompetensi menjadi prioritas utama, diharapkan Danantara dapat beroperasi secara efektif dan efisien dalam mendorong investasi di Indonesia.





