Bank Indonesia (BI) menyiapkan triliunan rupiah untuk penukaran uang jelang Ramadan dan Idul Fitri 1446 H. Hal ini dilakukan dalam rangka memastikan ketersediaan uang layak edar bagi masyarakat selama periode tersebut. Kerja sama dengan 92 instansi perbankan di seluruh Indonesia menjadi kunci keberhasilan program ini.
Program penukaran uang yang diberi tajuk “Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2025” ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan uang tunai selama bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri. Tema yang diusung adalah “Menjaga Rupiah di Bulan Penuh Berkah”.
Penukaran Uang: Siap-Siap Tukar Uang Baru di SERAMBI 2025
Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono, secara resmi membuka SERAMBI 2025 pada Senin, 3 Maret 2025 di Jakarta. Program ini akan berlangsung hingga 27 Maret 2025.
BI telah menyiapkan uang layak edar (ULE) senilai Rp180,9 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri. Jumlah ini diharapkan mencukupi permintaan masyarakat di seluruh Indonesia.
Kerja sama dengan 92 bank di seluruh Indonesia memastikan ketersediaan layanan penukaran uang di berbagai wilayah. Masyarakat dapat dengan mudah menemukan titik penukaran uang terdekat.
Layanan Perbankan untuk Memudahkan Transaksi
Selain penukaran uang fisik, BI juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan transaksi digital. Hal ini untuk meningkatkan efisiensi dan meminimalisir risiko penularan penyakit.
Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai metode pembayaran digital seperti mobile banking, internet banking, dan QRIS. Metode-metode ini memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam bertransaksi.
Kemudahan akses pembayaran digital diharapkan mengurangi ketergantungan pada uang tunai. Ini sejalan dengan upaya BI untuk mendorong inklusi keuangan digital.
Antisipasi Lonjakan Permintaan dan Pencegahan Uang Palsu
BI telah memperhitungkan potensi lonjakan permintaan uang tunai menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Oleh karena itu, persiapan ULE yang besar diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
BI juga secara aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang cara mengenali uang palsu. Ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari tindak kejahatan.
Penting bagi masyarakat untuk waspada terhadap peredaran uang palsu. Kenali ciri-ciri uang asli dan laporkan jika menemukan uang palsu.
Tips Mengenali Uang Palsu
- Periksa tanda air dan benang pengaman pada uang kertas.
- Rasakan tekstur kertas uang, uang asli memiliki tekstur yang khas.
- Perhatikan detail gambar dan tulisan pada uang, uang palsu biasanya memiliki detail yang kurang jelas.
- Gunakan aplikasi pendeteksi uang palsu jika tersedia.
Masyarakat dapat menghubungi BI atau pihak berwajib jika menemukan uang palsu atau mengalami kesulitan dalam transaksi. Kerja sama antara BI dan perbankan bertujuan untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian.
BI berkomitmen untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup dan aman selama Ramadan dan Idul Fitri 2025. Program SERAMBI 2025 merupakan wujud nyata dari komitmen tersebut untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Pemanfaatan transaksi digital juga didorong agar masyarakat dapat lebih mudah dan aman dalam bertransaksi selama periode tersebut. Dengan langkah-langkah antisipatif ini, diharapkan perayaan Ramadan dan Idul Fitri dapat berjalan lancar dan kondusif.





