Bandara Kertajati: Rugi Fantastis, Rp60 Miliar Per Tahun?

Bandara Kertajati: Rugi Fantastis, Rp60 Miliar Per Tahun?
Sumber: Kompas.com

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka kembali menjadi sorotan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, baru-baru ini menyoroti kurang optimalnya kinerja bandara tersebut. Pembangunan BIJB Kertajati yang menelan biaya hingga Rp 2,6 triliun, melalui APBN dan APBD Jawa Barat, kini menghadapi tantangan besar. Bandara yang beroperasi sejak Mei 2018 ini dikelola oleh PT BIJB, sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat.

BIJB Kertajati, yang awalnya masuk dalam Program Strategis Nasional, ternyata belum mampu mencapai target operasionalnya. Kondisi ini menimbulkan polemik dan pertanyaan mengenai langkah strategis yang perlu diambil untuk menyelamatkan aset negara yang cukup signifikan ini.

Bacaan Lainnya

Bandara Kertajati: Merugi Rp 60 Miliar Per Tahun

Gubernur Dedi Mulyadi mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi BIJB Kertajati. Beliau menyinggung kondisi bandara yang sepi dan belum memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Majalengka. Dedi menggunakan istilah Sunda, “peuteuy selong”, untuk menggambarkan kondisi bandara yang besar namun kosong.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggung beban operasional bandara sebesar Rp 60 miliar per tahun. Ini menjadi permasalahan serius yang membutuhkan solusi segera. Dedi mengaku belum bisa mengambil langkah cepat dalam tiga bulan masa jabatannya.

Upaya Pemerintah Pusat untuk Mengoptimalkan Kertajati

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Menteri Dudy Purwagandhi, menyatakan komitmennya untuk mengoptimalkan BIJB Kertajati. Kemenhub melihat potensi besar yang dimiliki bandara ini untuk berkembang.

Empat strategi utama pengembangan Kertajati disiapkan. Strategi ini mencakup optimalisasi lahan seluas 1.800 hektar dengan integrasi moda transportasi. Integrasi meliputi terminal, area komersial, pusat logistik *e-commerce*, dan pusat perawatan pesawat (KAMC).

Strategi Pengembangan Kawasan BIJB Kertajati

Pengembangan *mixed use commercial area* seluas 21,9 hektar akan menyediakan fasilitas pendukung seperti hotel dan pusat MICE.

Kawasan *e-commerce hub* seluas 68,4 hektar akan menjadi pusat logistik kargo dengan kapasitas 500.000 ton per tahun. Insentif tarif gudang dan kargo udara akan diberikan untuk meningkatkan aktivitas kargo.

Pengembangan Kertajati Aircraft Maintenance Center (KAMC) di lahan seluas 84,2 hektar akan menawarkan jasa perawatan pesawat (MRO), mengingat tingginya kebutuhan perawatan pesawat di Indonesia yang masih banyak dilakukan di luar negeri.

Meningkatkan Pergerakan Penumpang dan Penerbangan

Untuk meningkatkan pergerakan penumpang dan penerbangan, BIJB Kertajati akan melakukan rebranding melalui promosi dan bundling diskon. Bandara ini juga akan memaksimalkan posisi sebagai bandara pemberangkatan umrah dan haji.

Insentif akan diberikan kepada maskapai penerbangan yang membuka rute baru ke Kertajati. Kemenhub juga akan mengundang maskapai untuk membuka rute penerbangan reguler dari dan menuju bandara ini. Berbagai strategi ini diharapkan dapat mengatasi masalah kerugian yang dialami bandara dan menjadikannya berkembang sesuai harapan. Keberhasilan strategi ini akan menjadi penentu masa depan BIJB Kertajati.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *