Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah Indonesia telah mencapai tonggak penting. Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan jumlah penerima manfaat telah melampaui 3 juta orang.
Anggaran MBG Tembus Rp 1 Triliun, Sasar 6 Juta Penerima Bulan Depan
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan realisasi anggaran program MBG hampir mencapai Rp 1 triliun. Angka ini mencakup pelayanan gizi di 1.050 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sesuai target awal.
Penyaluran MBG kepada anak sekolah akan dihentikan sementara pekan depan selama libur Lebaran. Distribusi untuk ibu hamil, menyusui, dan balita akan tetap berlanjut.
Namun, BGN optimistis dapat mempercepat penyaluran MBG. Targetnya, jumlah penerima manfaat akan meningkat signifikan menjadi 6 juta orang pada bulan depan.
Untuk mencapai target tersebut, BGN berencana mengubah metode pembayaran kepada SPPG. Sistem reimburse akan diganti dengan pembayaran di muka.
Perubahan Metode Pembayaran Diharapkan Percepat Penyaluran MBG
Pembayaran di muka diharapkan dapat mempercepat proses penyaluran bantuan. BGN memproyeksikan realisasi anggaran mencapai Rp 1 triliun per bulan mulai April, meningkat menjadi Rp 2 triliun per bulan pada Mei, dan mencapai Rp 5 triliun per bulan pada September.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan penerima MBG mencapai 2.053.248 orang pada Maret 2025, dengan realisasi anggaran Rp 701,5 miliar. Ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Total anggaran untuk program MBG telah mengalami peningkatan substansial. Dari sebelumnya Rp 71 triliun untuk 17,9 juta penerima, kini menjadi Rp 171 triliun untuk menjangkau 82,9 juta orang.
Perubahan signifikan dalam metode pembayaran dan target penyaluran yang ambisius menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan keberhasilan program MBG dalam mengatasi masalah gizi di Indonesia. Keberhasilan program ini akan berdampak positif pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.
Ke depannya, pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap program ini sangat penting untuk memastikan efisiensi dan efektivitas penyaluran bantuan, serta mencapai target yang telah ditetapkan.





