Seorang mahasiswi bernama AN (19) meninggal dunia setelah tertimpa batu di tebing Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Kejadian nahas ini terjadi saat ia tengah berlatih panjat tebing bersama teman dan seniornya.
Mahasiswi Pecinta Alam Jadi Korban
Polisi mengonfirmasi korban merupakan mahasiswi yang aktif di Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia bersama empat orang lainnya tengah melakukan latihan panjat tebing di Gunung Putri.
Latihan Panjat Tebing yang Berujung Maut
Kelima mahasiswa tersebut telah merencanakan kegiatan latihan panjat tebing ini sebelumnya. Salah satu senior, Azis, bertindak sebagai pembimbing atau instruktur.
Azis mendahului rekan-rekannya untuk memasang tali pengaman di atas tebing. Para mahasiswa lainnya, termasuk AN, melakukan pemanasan di bawah.
Tiba-tiba, batu besar berjatuhan dari atas tebing. Azis sempat berteriak memperingatkan bahaya tersebut.
Kelima mahasiswa tersebut berupaya menyelamatkan diri. Sayangnya, AN tertimpa batu dan ditemukan tewas di genangan air.
Kronologi Kejadian di Gunung Putri
Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu pagi, sekitar pukul 08.15 WIB. Kelima mahasiswa tersebut tengah melakukan pemanasan sebelum memulai latihan.
Suara gemuruh dari atas tebing menandakan adanya batu yang jatuh. Para mahasiswa langsung berhamburan untuk menyelamatkan diri.
Korban ditemukan tak bernyawa di lokasi kejadian. Proses evakuasi korban dilakukan oleh tim SAR dan kepolisian.
Investigasi Kepolisian dan Keselamatan Panjat Tebing
Polisi dari Polsek Gunung Putri tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini. Hasil penyelidikan akan diungkap selanjutnya.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam kegiatan olahraga ekstrim seperti panjat tebing. Persiapan yang matang dan pengawasan yang ketat sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko kecelakaan.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi para pecinta alam agar selalu memprioritaskan keselamatan dan mengikuti prosedur yang benar selama beraktivitas di alam bebas. Dukungan dan pelatihan yang memadai juga sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan serupa di masa mendatang.





