Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengindikasikan akan adanya perombakan besar-besaran dalam kepengurusan partai.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam acara Halal Bihalal Partai Golkar pada Rabu (16/4/2025).
Reshuffle Partai Golkar: Mirip Kabinet Presiden
Bahlil menyamakan reshuffle kepengurusan Golkar dengan pergantian kabinet presiden.
Menurutnya, pergantian pengurus tak perlu menunggu hingga satu atau dua tahun kepengurusan.
Alasan Perombakan
Bahlil menekankan pentingnya prioritas dan rasa adil di internal partai.
Ia juga menyoroti pentingnya kontribusi pengurus dalam memajukan Partai Golkar.
Kritikan Terhadap Pengurus yang Tidak Fokus
Bahlil secara spesifik mengkritik ketidakhadiran Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, dalam acara tersebut.
Bahlil menyatakan Partai Golkar membutuhkan pemikir ekonomi yang fokus, bukan yang sibuk dengan urusan lain.
Kesempatan Terbuka bagi Semua Kader
Bahlil menegaskan bahwa jabatan di Partai Golkar bukanlah warisan.
Ia membuka ruang kompetisi yang seluas-luasnya bagi seluruh kader untuk berkontribusi.
Strategi Arus Bawah dan Perombakan Internal
Bahlil memahami pentingnya strategi arus bawah dalam Partai Golkar.
Ia kembali menegaskan akan adanya reshuffle internal untuk memaksimalkan kinerja partai.
Partisipasi Aktif dan Rasa Memiliki
Bahlil menekankan pentingnya rasa memiliki dan tanggung jawab bagi seluruh kader.
Dengan perombakan ini, diharapkan akan tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab yang lebih besar dari seluruh kader.
Perombakan internal Partai Golkar yang disamakan dengan reshuffle kabinet ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan daya saing partai di kancah politik nasional. Langkah ini juga menunjukkan komitmen Bahlil untuk menciptakan kepengurusan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan partai dan rakyat.





