Menteri Panen Jagung Bareng Narapidana: Sukses di Lapas Nusakambangan

Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memantau langsung program ketahanan pangan di Lapas Gladakan, Nusa Kambangan. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden dan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait lahan-lahan tidak produktif di lembaga pemasyarakatan.

Panen Jagung di Lapas Gladakan

Sekitar 6,2 hektare lahan di Lapas Gladakan ditanami jagung hibrida. Sebanyak 15 warga binaan berpartisipasi aktif dalam program pertanian ini.

Bacaan Lainnya

Premi bagi Warga Binaan

Direktur Jenderal Permasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi menjelaskan warga binaan yang terlibat dalam program ketahanan pangan, baik perikanan maupun pertanian, akan menerima premi. Besaran premi bervariasi dan sebagian akan disimpan di BRI untuk diambil setelah mereka bebas.

Upaya Pemanfaatan Hasil Panen

Tujuan utama program ini adalah untuk menyediakan pakan ayam ternak di Lapas Kelas IIB Terbuka Nusakambangan. Dengan demikian, diharapkan biaya operasional peternakan dapat ditekan.

Efisiensi Biaya Pakan

Menteri Agus Andrianto menekankan pentingnya pemanfaatan jagung hasil panen sendiri sebagai pakan ayam. Hal ini sebagai upaya efisiensi biaya dan peningkatan keberlanjutan program peternakan di lapas.

Pengembangan Program Ketahanan Pangan di Lapas

Program ini menjadi model pengembangan ketahanan pangan di Nusakambangan. Agus berharap semakin banyak warga binaan yang terlibat dan mendapatkan pelatihan di bidang peternakan.

Menteri Agus juga berpesan agar pelatihan peternakan ayam ditingkatkan, sehingga lebih banyak warga binaan yang terampil dan dapat berkontribusi pada program ketahanan pangan Lapas. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik bagi warga binaan maupun keberlangsungan operasional Lapas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *