Mantan Ketua DPW PAN Sumatera Utara, Zulkifli Husein, meninggal dunia pada Minggu, 27 April 2025. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, Partai Amanat Nasional (PAN), dan masyarakat Sumatera Utara.
Zulkifli mengembuskan napas terakhir setelah tiba-tiba ambruk saat memberikan sambutan dalam acara halalbihalal masyarakat Pidie Raya di Medan. Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial.
Zulkifli Husein Ambruk Saat Berpidato
Video yang beredar menunjukkan Zulkifli sedang berpidato di atas podium. Ia hadir mewakili DPP Aceh Sepakat.
Tiba-tiba, Zulkifli ambruk. Sejumlah orang di sekitarnya langsung bergegas memberikan pertolongan.
Belum diketahui pasti penyebab ambruknya Zulkifli. Namun, kepergiannya yang mendadak ini mengejutkan banyak pihak.
Konfirmasi dari Ketua DPW PAN Sumut
Ketua DPW PAN Sumut, Syah Afandin, membenarkan kabar duka tersebut.
Syah menyatakan Zulkifli meninggal dunia sekitar pukul 12.15 WIB pada Minggu, 27 April 2025.
Syah Afandin menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian Zulkifli Husein.
Kenangan Sosok Zulkifli Husein
Syah Afandin mengenang Zulkifli sebagai sosok yang gigih dan berdedikasi.
Ia menyebut Zulkifli sebagai pribadi yang pantang menyerah dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Kepergian Zulkifli menjadi kehilangan besar bagi PAN Sumatera Utara dan seluruh pihak yang mengenalnya.
Selain jabatannya di PAN, Zulkifli juga dikenal sebagai Bupati Langkat. Pengabdiannya pada masyarakat akan selalu dikenang.
Banyak pihak turut berbela sungkawa atas meninggalnya Zulkifli Husein. Doa dan ucapan turut berduka cita mengalir dari berbagai kalangan.
Kepergiannya meninggalkan jejak positif dan inspirasi bagi banyak orang.
Kehilangan Zulkifli Husein merupakan duka bagi dunia politik Sumatera Utara. Semangat dan dedikasinya akan selalu diingat dan menjadi teladan.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
Partai Amanat Nasional dan seluruh masyarakat Sumatera Utara menyampaikan belasungkawa yang terdalam.





