Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) menekankan pentingnya kesetaraan gender di Indonesia. Perjuangan ini, yang telah dimulai sejak zaman RA Kartini, harus terus berlanjut.
Kesetaraan Gender: Sebuah Perjuangan Terus Berlanjut
Data BPS Maret 2025 menunjukkan 14,37% pekerja di Indonesia pada 2024 adalah *female breadwinners*. Mereka menjadi pencari nafkah utama atau satu-satunya di keluarga.
Tantangan Female Breadwinners
Kebanyakan *female breadwinners* bekerja secara perorangan. Hal ini mengakibatkan minimnya perlindungan kesehatan dan sosial di tempat kerja.
Data BPS menunjukkan 73,42% *female breadwinners* tidak memiliki jaminan kesehatan. Angka ini menunjukkan betapa besarnya risiko yang mereka tanggung.
Lebih dari 76% juga tidak memiliki jaminan kecelakaan kerja. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius.
Peran Pemerintah dan Pemangku Kepentingan
Rerie menyerukan perhatian para pemangku kepentingan, baik pusat maupun daerah. Solusi untuk mengatasi permasalahan *female breadwinners* perlu segera dicari.
Antisipasi yang tepat sangat penting. Hal ini untuk mengurangi beban berlebih yang ditanggung perempuan.
Langkah Menuju Kesetaraan yang Lebih Baik
Rerie mendorong kebijakan yang didasari prinsip kesetaraan gender. Nilai-nilai perjuangan RA Kartini perlu diterapkan secara konsisten.
Penerapan perlindungan di dunia kerja merupakan hal penting. Perlindungan ini menjadi kunci terwujudnya kesetaraan dan keadilan bagi perempuan.
Pentingnya kesetaraan gender tak hanya sekadar wacana, namun juga penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kerja sama semua pihak, kondisi *female breadwinners* di Indonesia diharapkan dapat membaik. Perlindungan dan jaminan sosial yang memadai akan memberikan rasa aman dan kesempatan yang setara bagi para perempuan untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.





