Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia sekaligus Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendorong peningkatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Arab Saudi. Fokus utama peningkatan kerja sama ini adalah pada sektor pertambangan, makanan, dan farmasi.
Penguatan Kemitraan Ekonomi Indonesia-Arab Saudi
Potensi ekonomi kedua negara yang saling melengkapi menjadi dasar kolaborasi ini. Arab Saudi tengah menjalankan Visi 2030 untuk diversifikasi ekonomi, sementara Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Arab Saudi pada 2023 mencapai US$ 6 miliar. Arab Saudi mengekspor US$ 4 miliar ke Indonesia, dan mengimpor US$ 2 miliar dari Indonesia.
Sektor Pertambangan: Investasi dan Transfer Teknologi
Arab Saudi menunjukkan ketertarikan besar pada sektor pertambangan Indonesia. Hal ini terlihat dari investasi di Vale Indonesia, salah satu perusahaan pertambangan terbesar dunia.
Investasi ini diharapkan menciptakan peluang kerja dan transfer teknologi bagi Indonesia. Kekayaan sumber daya alam Indonesia, seperti nikel, tembaga, dan batu bara, menjadi daya tarik bagi Arab Saudi.
Target ekspor Indonesia sebesar US$ 405 miliar pada 2029 akan terdongkrak dengan kolaborasi ini. Kerja sama ini akan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Sektor Makanan: Suksesnya Indofood di Pasar Arab Saudi
Indofood menjadi contoh sukses produk Indonesia yang menembus pasar Arab Saudi sejak 1986. Hal ini menunjukkan kualitas produk Indonesia dan tingginya permintaan produk halal di Arab Saudi.
Pada Desember 2023, Indonesia dan Arab Saudi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait jaminan produk halal. Peningkatan kerjasama di industri makanan halal sangat strategis mengingat mayoritas penduduk Arab Saudi beragama Islam.
Sektor Farmasi: Pengembangan Obat dan Produk Kesehatan
Kerja sama di sektor farmasi memiliki potensi besar, terutama dalam pengembangan obat-obatan dan produk kesehatan. Indonesia dapat berperan sebagai pemasok obat generik dan produk farmasi untuk memenuhi permintaan di Arab Saudi.
Upaya Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan publik sejalan dengan peran Indonesia sebagai penyedia produk farmasi. Hal ini akan saling menguntungkan kedua negara.
Pertemuan Bamsoet dengan Ketua KADIN Arab Saudi untuk Indonesia, Ayman Sejiny, menandai langkah konkret dalam memperkuat kemitraan strategis ini. Kerja sama yang terjalin diharapkan membawa dampak positif bagi perekonomian kedua negara dan memperkuat posisi mereka di kancah global.





