Fadli Zon Puji Film Perang Kota: Sejarah Perjuangan Bangsa Kita

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon dan Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha turut hadir dalam gala premiere film “Perang Kota” di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta. Fadli Zon memberikan apresiasi tinggi terhadap film tersebut.

Dalam acara pemutaran film pada Senin (21/4), Fadli Zon menyebut “Perang Kota” bukan sekadar karya seni, tetapi juga jembatan yang menghubungkan penonton dengan sejarah, budaya, dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Bacaan Lainnya

Apresiasi Menteri Fadli Zon terhadap Film “Perang Kota”

Fadli Zon menyampaikan kekagumannya terhadap sutradara Mouly Surya dan seluruh tim produksi, termasuk Chand Parwez, Rama Adhi, dan Fauzan Zidni.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemain, kru, dan masyarakat yang telah mendukung film ini sejak awal proses produksi.

“Perang Kota”: Adaptasi Novel Klasik dan Kolaborasi Internasional

Film “Perang Kota” diadaptasi dari novel klasik “Jalan Tak Ada Ujung” karya Mochtar Lubis.

Novel ini menceritakan situasi Indonesia pada tahun 1946, setahun setelah proklamasi kemerdekaan.

Film ini dibintangi oleh Chicco Jerikho, Ariel Tatum, dan Jerome Kurnia, mengisahkan kisah cinta segitiga di tengah perjuangan kemerdekaan.

Produksi film ini melibatkan kolaborasi internasional dari Indonesia, Singapura, Belanda, Prancis, Norwegia, Filipina, dan Kamboja.

Proses pasca-produksi pun melibatkan beberapa negara, dengan tata suara di Prancis dan efek visual di Amerika Serikat.

“Perang Kota”: Sukses Internasional dan Dukungan Pemerintah

Film “Perang Kota” telah diputar perdana di International Film Festival Rotterdam pada Februari 2025.

Tayangan di bioskop Indonesia akan dimulai pada 30 April 2025, dan juga akan dirilis di Belanda, Belgia, dan Luksemburg.

Fadli Zon menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap kemajuan perfilman Indonesia.

Ia menyebutkan film ini sebagai salah satu proyek *pilot project matching fund* yang didukung Kementerian Kebudayaan.

Program *matching fund* ini bertujuan untuk mendukung perkembangan industri perfilman nasional, mendorong kolaborasi, inovasi, dan menghasilkan karya-karya berkualitas baik di dalam maupun luar negeri.

Fadli Zon berharap film “Perang Kota” dapat membangkitkan semangat patriotisme dan meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap karya Indonesia di kancah internasional.

Ia menilai film ini sebagai sebuah karya yang bernilai sejarah dan inspiratif, serta memberikan dampak positif bagi perkembangan industri perfilman Tanah Air.

Secara keseluruhan, “Perang Kota” bukan hanya sebuah film, melainkan sebuah representasi dari kolaborasi, kreativitas, dan semangat kebangsaan Indonesia yang mampu menembus pasar internasional. Film ini menjadi bukti nyata potensi perfilman Indonesia untuk berkiprah di dunia internasional dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *