Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Majalengka, Senin (21/4/2025). Gerakan ini didedikasikan untuk meningkatkan peran ayah dalam kehidupan anak.
Tingginya Angka Fatherless di Indonesia
Wihaji mengungkapkan keprihatinannya terhadap angka anak yang mengalami fatherless di Indonesia. Data UNICEF menunjukkan angka tersebut mencapai 20,9%, sebuah angka yang cukup tinggi dan perlu mendapat perhatian serius.
Kondisi ini menurutnya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Kemendukbangga sebagai lembaga yang menangani sumber daya manusia, merasa perlu untuk mengambil langkah intervensi.
Tujuan dan Strategi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)
GATI diharapkan dapat menginspirasi para ayah untuk lebih aktif dan terlibat dalam pengasuhan anak. Wihaji menekankan pentingnya peran ayah dalam kehidupan keluarga dan mengingatkan agar peran tersebut tidak digantikan oleh gadget.
Program GATI dirancang dengan empat pendekatan strategis untuk menjangkau berbagai kalangan ayah di Indonesia. Pendekatan ini terintegrasi dan saling mendukung untuk mencapai dampak yang maksimal.
Penguatan Layanan Konsultasi
GATI akan memperkuat layanan konsultasi melalui platform daring seperti siapnikah dan Satyagatra. Layanan ini akan memberikan informasi dan dukungan kepada para ayah dalam menjalankan perannya.
Para ayah dapat memperoleh bimbingan praktis tentang pengasuhan anak, komunikasi efektif, dan manajemen konflik dalam keluarga. Pentingnya konsultasi ini sebagai upaya pencegahan sejak dini.
Pendekatan Komunitas
Pendekatan berbasis komunitas dilakukan melalui Konsorsium Penggiat dan Komunitas Ayah Teladan. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan gerakan yang lebih masif dan berkelanjutan.
Komunitas Ayah Teladan dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, menciptakan dukungan sosial, dan membangun jaringan yang kuat. Kolaborasi antar komunitas dapat memperluas jangkauan dan dampak GATI.
Pendekatan Berbasis Desa/Kelurahan
GATI juga akan menjangkau para ayah di desa melalui program Ayah Teladan di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung Bangga). Program ini bertujuan untuk memberdayakan ayah di tingkat akar rumput.
Kampung Bangga akan menjadi tempat pembelajaran dan pengembangan peran ayah dalam keluarga. Pendekatan ini relevan dan efektif mengingat mayoritas penduduk Indonesia tinggal di pedesaan.
Pendekatan Berbasis Sekolah
Pendekatan terakhir dilakukan melalui kegiatan Sekolah Bersama Ayah di sekolah-sekolah yang memiliki Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) atau Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Sekolah Bersama Ayah menawarkan kelas pengasuhan dan parenting khusus untuk para ayah.
Sekolah-sekolah ini menjadi media yang efektif untuk menjangkau para ayah sejak dini dan memberikan pendidikan pengasuhan yang berkualitas. Kerja sama antara sekolah, orang tua dan pemerintah sangat penting keberhasilan GATI.
Harapan Keberhasilan GATI
Peluncuran GATI merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas keluarga Indonesia. Dengan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi, diharapkan GATI dapat menciptakan dampak positif yang signifikan.
Keberhasilan GATI tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan anak, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga dan menciptakan masyarakat yang lebih harmonis. Partisipasi aktif dari seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun para ayah sendiri sangat krusial untuk kesuksesan program ini.





