Gunung Telapak Buruk, dengan ketinggian 1.193 meter di atas permukaan laut (mdpl), merupakan puncak tertinggi dari rangkaian pegunungan di Negeri Sembilan, Malaysia. Gunung ini terkenal sebagai lokasi jatuhnya pesawat Perang Dunia Kedua. Nama “Telapak Buruk,” yang artinya kurang lebih “telapak tangan atau kaki yang buruk,” cukup unik dan menarik rasa penasaran. Lebih dari sekadar ketinggian dan sejarahnya, Gunung Telapak Buruk menyimpan beberapa fakta menarik yang patut untuk diulas.
Jalur Pendakian Menuju Puncak Tertinggi
Pendakian ke Gunung Telapak Buruk biasanya dimulai dari Gunung Berembun. Oleh karena itu, banyak pengunjung yang menyebutnya dengan nama Gunung Berembun.
Puncak Gunung Berembun sendiri memiliki ketinggian 1.014 mdpl, dan seringkali disebut Berembun Jelebu untuk membedakannya dari gunung lain yang bernama sama.
Banyak pendaki yang hanya mencapai puncak Gunung Berembun. Namun, banyak juga yang melanjutkan perjalanan menuju lokasi jatuhnya pesawat Perang Dunia II di jalur menuju Telapak Buruk, bahkan hingga ke puncaknya.
Rute Pendakian dan Titik Awal Perjalanan
Terdapat dua rute utama menuju Gunung Telapak Buruk. Rute pertama dimulai dari kantor tiket Gunung Berembun di Kampung Pantai.
Rute kedua, yang kurang umum, dimulai dari menara telekomunikasi Telapak Buruk yang terletak dekat puncak.
Perjalanan menuju titik awal pendakian membutuhkan kendaraan 4WD karena medan yang sulit. Meskipun jalur lintas alam menawarkan sensasi yang lebih menantang, sebagian besar pendaki memilih rute yang melewati Gunung Berembun.
Dari Kampung Pantai, jalur pendakian melewati Lata Berembun dan beberapa sungai. Setelah sekitar 90 menit, pendaki akan mencapai Gua Kambing, dan setelah 2,5 jam perjalanan, puncak Gunung Berembun akan tercapai.
Dari puncak Gunung Berembun, lokasi jatuhnya pesawat Perang Dunia II dapat dicapai dalam waktu sekitar 45 menit. Pesawat RAF B-24 Liberator tersebut diperkirakan jatuh pada 23 Agustus 1945, membawa muatan pasokan tak lama setelah berakhirnya perang.
Situs Kecelakaan Pesawat dan Gunung Berembun Lainnya
Situs jatuhnya pesawat ditemukan pada tahun 1996, menurut beberapa sumber. Sumber lain menyebutkan penemuannya terjadi pada tahun 2009.
Situs ini kemudian secara resmi diperingati pada tahun 2012, dan para awak pesawat dimakamkan secara resmi di lokasi tersebut.
Perlu diperhatikan bahwa nama “Gunung Berembun” cukup membingungkan karena terdapat beberapa gunung dengan nama yang sama di Malaysia.
Selain Gunung Berembun di dekat Gunung Telapak Buruk, ada Gunung Berembun (1.840m) di dekat Tanah Rata, Cameron Highlands, yang lebih mudah didaki.
Terdapat pula Gunung Berembun lain di selatan jalan utama Cameron Highlands dari Ringlet, yang merupakan yang tertinggi dengan ketinggian 2.076 mdpl, namun kurang populer.
Bukit Bagindo: Destinasi Tambahan di Sekitar Gunung Telapak Buruk
Sekitar sepuluh kilometer di sebelah timur Gunung Telapak Buruk terdapat Bukit Bagindo (juga dieja Baginda), sebuah bukit yang menarik untuk dikunjungi.
Bukit ini terletak di sisi timur jajaran pegunungan Titiwangsa, tidak jauh dari kota kecil Batu Kikir.
Sejak tahun 2018, sebuah batu besar dengan formasi gelombang unik di bawah puncak Bukit Bagindo menjadi daya tarik tersendiri.
Awalnya, jalur pendakian Bukit Bagindo melewati perkebunan karet di selatan puncak. Namun, sejak tahun 2024, titik awal pendakian telah beralih ke Hutan Ekologi Bukit Bagindo Gochang di timur laut puncak.
Petunjuk arah dan panduan dari penduduk lokal dapat membantu menjelajahi sejarah dan fitur menarik di sepanjang jalur pendakian. Bukit Bagindo menawarkan perjalanan singkat yang menawan, menambah pengalaman petualangan di sekitar Gunung Telapak Buruk.
Gunung Telapak Buruk dan sekitarnya menawarkan pengalaman pendakian yang unik, dipadukan dengan sejarah Perang Dunia Kedua dan keindahan alam Malaysia. Dengan perencanaan yang matang dan informasi yang tepat, petualangan di gunung ini akan menjadi perjalanan yang tak terlupakan.




