Festival Songkran di Pattaya, Thailand, yang terkenal meriah dengan perang airnya, ternyata menyimpan sisi gelap. Di balik keceriaan dan euforia ribuan peserta, terdapat peningkatan kasus kejahatan, khususnya pencopetan yang mengakibatkan kerugian bagi banyak wisatawan.
Lebih dari 20 turis melaporkan kehilangan barang berharga mereka selama perayaan Songkran yang berlangsung pada 19 April 2025. Kejadian ini menjadi sorotan dan mengungkap sisi lain dari festival budaya yang ramai dikunjungi ini.
Lonjakan Kejahatan di Tengah Kemeriahan Songkran
Modus kejahatan yang dilaporkan beragam. Sebagian besar korban kehilangan tas mereka akibat dijambret atau sengaja dirobek.
Beberapa wisatawan lainnya menyadari barang-barang mereka hilang setelah kembali ke tempat kejadian dan baru menyadari kehilangannya.
Barang-barang yang hilang antara lain uang tunai dan beberapa ponsel pintar model terbaru, seperti iPhone 15 dan 16.
Polisi setempat telah meningkatkan patroli dan penjagaan untuk melindungi wisatawan. Mereka juga memperingatkan tentang adanya pelaku kejahatan yang menyamar sebagai wisatawan.
Penyelidikan sedang dilakukan untuk mengidentifikasi para pelaku melalui rekaman CCTV di sepanjang Central Pattaya Beach Road.
Upaya Kepolisian dan Ancaman Pelaku yang Menyamar
Kolonel Polisi Anek Sratongyu, pengawas Kantor Polisi Kota Pattaya, menyatakan bahwa petugas telah dikerahkan untuk melindungi wisatawan.
Polisi juga memberikan peringatan akan adanya pelaku kejahatan yang menyamar sebagai wisatawan untuk melancarkan aksinya.
Rekaman CCTV di sepanjang pantai tengah diteliti untuk mengidentifikasi dan menangkap para tersangka.
Peningkatan kasus kejahatan ini menjadi tantangan bagi pihak berwenang dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Songkran.
Bayang-Bayang Maut di Balik Kegembiraan Songkran: Kecelakaan dan Obat-obatan Terlarang
Selain kejahatan pencurian, Festival Songkran tahun ini juga diwarnai dengan angka kecelakaan lalu lintas yang tinggi.
Sebanyak 253 orang meninggal dunia dan 1.495 lainnya mengalami luka-luka dalam 1.538 kecelakaan lalu lintas di seluruh Thailand selama perayaan Songkran (11-17 April 2025).
Sebagian besar kecelakaan melibatkan sepeda motor dan terjadi di jalan lurus dengan kecepatan tinggi, seringkali disebabkan oleh pengemudi dalam pengaruh alkohol.
Bangkok tercatat sebagai wilayah dengan jumlah korban jiwa terbanyak, mencapai 19 kematian.
Pusat Racun Ramathibodi mengeluarkan peringatan tentang obat jalanan bernama Labubu atau Khanom yang beredar di kalangan pengunjung Songkran.
Obat ini telah menyebabkan komplikasi medis serius, termasuk kematian, pada beberapa pengguna.
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran dan kewaspadaan baik dari pihak penyelenggara maupun para peserta dalam menjaga keselamatan dan keamanan selama perayaan Songkran.
Meningkatnya kasus kejahatan dan kecelakaan lalu lintas selama Songkran 2025 di Thailand menjadi pengingat akan pentingnya keamanan dan kewaspadaan, baik bagi wisatawan maupun penduduk setempat. Pihak berwenang perlu meningkatkan strategi pencegahan kejahatan dan penegakan hukum, sementara masyarakat perlu meningkatkan kesadaran akan risiko dan bahaya yang mungkin terjadi selama perayaan-perayaan besar. Semoga tahun depan, Festival Songkran dapat dirayakan dengan lebih aman dan meriah tanpa dibayangi insiden-insiden yang merugikan.





