Desa Sukalaksana, Garut: Dari Desa Tertinggal Menjadi Destinasi Wisata ‘Desa BRILian’
Desa Sukalaksana di Kecamatan Samarang, Garut, Jawa Barat, dulunya merupakan desa tertinggal. Terletak sekitar 10 km dari pusat kota Garut, desa ini menyimpan keindahan alam yang tersembunyi.
Transformasi Desa Sukalaksana Menjadi Desa Wisata
Berkat inisiatif Kepala Desa Oban Sobana dan dukungan Bank BRI, Desa Sukalaksana bertransformasi menjadi destinasi wisata yang menarik. Ide ini terinspirasi dari kunjungan Oban ke Desa Petingsari di Yogyakarta.
Oban fokus pada pengembangan potensi lokal yang ada, bukan menciptakan sesuatu yang artifisial. Hal ini sejalan dengan pengelola Bumdes, Siti Julaeha, yang menekankan pentingnya menampilkan keaslian desa.
Rumah-rumah palupuh tradisional menjadi ikon desa wisata Saung Ciburial. Keindahannya semakin lengkap dengan keberadaan mata air Ciburial di belakangnya.
Konsep wisata alam dipadu dengan kearifan lokal menjadi daya tarik utama. Pertanian sawi, budidaya domba Garut, teh kewer, dan kopi lokal menjadi bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan.
Pengunjung juga dapat menikmati permainan tradisional dan pertunjukan pencak silat Gajah Putih yang terkenal. Aneka kerajinan lokal menambah kekayaan budaya yang disajikan.
Peran BRI dalam Keberhasilan Desa Wisata Saung Ciburial
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukalaksana mengelola Desa Wisata Saung Ciburial. Bank BRI memberikan dukungan signifikan berupa peralatan, dana, dan pendampingan sejak sebelum pandemi 2019.
Dukungan BRI sangat membantu pengembangan fasilitas dan pemberdayaan masyarakat. Prestasi membanggakan diraih Desa Sukalaksana dengan meraih juara 1 Desa BRILian 2021.
Desa Sukalaksana, dengan luas 203.426 hektare dan populasi 4.991 jiwa (data 2021), membuktikan bahwa potensi desa dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan. Sukses Desa Saung Ciburial menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia.
Kisah sukses Desa Sukalaksana menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang matang, kreativitas, dan dukungan dari berbagai pihak, sebuah desa tertinggal dapat berubah menjadi destinasi wisata yang berkembang dan menyejahterakan masyarakatnya. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa potensi desa yang tersembunyi dapat dioptimalkan untuk mencapai kemajuan ekonomi dan sosial.





