Batik Air resmi membuka rute penerbangan baru Jakarta-Banjarmasin pada 4 Mei 2025. Ini menambah pilihan bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Kalimantan Selatan, rumah bagi bekantan ikonik.
detikTravel berkesempatan menyaksikan penerbangan perdana ini dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru.
Penerbangan Perdana dan Fasilitas
Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menyatakan bahwa rute baru ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan konektivitas antar kota besar di Indonesia.
Penerbangan perdana pada Minggu, 4 Mei 2025, pukul 15.40 WIB dari Bandara Soetta berjalan lancar, meski sempat mengalami sedikit turbulensi.
Pesawat Airbus A320-200 yang digunakan memiliki kapasitas 12 kursi bisnis dan 144 kursi ekonomi. Penerbangan akan beroperasi setiap hari, tujuh kali seminggu (pulang pergi).
Danang menambahkan bahwa penerbangan perdana tersebut terisi penuh oleh penumpang.
Foto: Syanti Mustika
Peningkatan Konektivitas dan Pariwisata
Batik Air berharap rute baru ini akan mempermudah mobilitas pelaku bisnis dan profesional.
Selain itu, rute ini juga diproyeksikan untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Kalimantan Selatan.
Dengan konektivitas yang lebih baik melalui Bandara Soekarno-Hatta, penumpang dari Banjarmasin dan sekitarnya dapat dengan mudah melanjutkan perjalanan ke lebih dari 35 kota tujuan lainnya di Indonesia.
Kemudahan Pemesanan Tiket
Bagi calon penumpang, Batik Air menyediakan kemudahan pemesanan tiket dan check-in online melalui aplikasi BookCabin.
Aplikasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang praktis dan efisien bagi para pengguna dalam merencanakan perjalanan udara mereka.
Dengan tersedianya aplikasi ini, diharapkan proses perjalanan udara menjadi lebih mudah dan nyaman bagi para penumpang.
Secara keseluruhan, pembukaan rute penerbangan baru Jakarta-Banjarmasin oleh Batik Air menandai langkah signifikan dalam meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas ke Kalimantan Selatan. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan sektor pariwisata setempat, membuka lebih banyak peluang bagi pertumbuhan dan perkembangan.





