Misteri 8 Tahun: Kembalinya Kepala Desa Baduy ke Seba

Misteri 8 Tahun: Kembalinya Kepala Desa Baduy ke Seba
Misteri 8 Tahun: Kembalinya Kepala Desa Baduy ke Seba

Setelah delapan tahun absen, Kepala Desa Kanekes, Oom, kembali berpartisipasi dalam ritual Seba Baduy. Kehadirannya kali ini bukan sekadar mengikuti tradisi, melainkan juga sebagai bentuk pengabdian atas amanah kepemimpinannya.

Sebagai pemimpin desa, Oom memiliki peran yang lebih besar dalam Seba Baduy tahun ini. Ia tak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga memimpin rombongan dan menyampaikan pesan dari Puun, tetua adat Baduy, kepada pemerintah daerah.

Bacaan Lainnya

Kembalinya Jaro Oom dalam Seba Baduy

Oom mengungkapkan perasaannya yang berbeda dibandingkan saat berpartisipasi sebagai warga biasa. Kini, sebagai Jaro (kepala desa), ia memikul tanggung jawab yang lebih besar.

Ia menjelaskan bahwa memimpin tradisi Seba dan mengantar warga serta perangkat desa merupakan beban yang harus dipikulnya sebagai pemimpin.

Perjalanan Menuju Rangkasbitung

Berbeda dengan warga Baduy Dalam yang berjalan kaki, Oom dan rombongan Baduy Luar berangkat menggunakan mobil.

Mereka terlebih dahulu mengunjungi kantor Kecamatan Leuwidamar sebelum menuju Pendopo Bupati Lebak di Rangkasbitung.

Rombongan Baduy Luar dan Pengangkutan Hasil Bumi

Sebanyak 100 mobil digunakan oleh rombongan Baduy Luar untuk mengangkut warga dan hasil bumi.

Hasil bumi tersebut akan diserahkan kepada Bupati Lebak dan Gubernur Banten sebagai bagian dari tradisi Seba Baduy.

Keseruan dan Kelelahan Para Panitia

Jamal, salah satu warga Baduy yang terlibat sebagai panitia, merasa bangga meskipun tugasnya cukup melelahkan.

Ia mengungkapkan perjalanan yang seru namun melelahkan dalam mengurusi kegiatan Seba yang diikuti oleh 1.720 peserta.

Meskipun begitu, semangatnya tetap tinggi karena ini merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan.

Proses Seba Baduy melibatkan sekitar 1.720 peserta. Ritual ini merupakan tradisi penting bagi masyarakat Baduy.

Foto yang menyertai berita menunjukkan Oom dalam acara Seba Baduy. Kegiatan ini menjadi sorotan karena peran pentingnya dalam pelestarian budaya.

Puncak ritual Seba Baduy akan dilaksanakan pada malam hari. Dalam prosesi tersebut, pesan-pesan dari Puun akan disampaikan kepada pemerintah.

Tradisi Seba Baduy merupakan simbol penghormatan dan pelestarian budaya Baduy yang perlu dilindungi dan dihargai.

Keikutsertaan Jaro Oom menandakan pentingnya peran kepemimpinan dalam menjaga kelangsungan tradisi ini.

Semoga tradisi Seba Baduy tetap lestari dan menjadi warisan budaya bangsa yang berharga.

Partisipasi aktif masyarakat Baduy, baik dari Dalam maupun Luar, menunjukkan komitmen mereka terhadap pelestarian budaya leluhur.

Semoga kedepannya, tradisi Seba Baduy dapat terus berlanjut dan semakin dikenal luas sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *