Libur panjang di awal Mei 2025 membanjiri Kota Bandung dengan wisatawan. Sejak Sabtu, ruas-ruas jalan utama seperti Dago, Asia Afrika, dan Braga mengalami kepadatan luar biasa.
Kemacetan panjang dan kendaraan yang mengular menjadi pemandangan umum. Namun, semangat para pelancong tetap tinggi untuk menikmati pesona Kota Kembang.
Kemacetan Parah di Kawasan Wisata Bandung
Kepadatan lalu lintas terjadi di berbagai titik strategis. Jalan Ir. H. Djuanda menuju Dago Atas dan Asia Afrika mengalami kemacetan parah.
Jalan Soekarno Hatta menuju pusat kota via Gatot Subroto juga tak luput dari kepadatan. Ruas jalan dari Jalan Ibrahim Adjie hingga Gatot Subroto cukup padat.
Jalan Burangrang, yang terkenal dengan wisata kulinernya, juga dipadati pengunjung. Kemacetan mengarah ke Jalan Asia Afrika.
Kawasan Jalan Asia Afrika, dari Gedung Merdeka hingga Alun-alun Bandung, mengalami kemacetan signifikan. Kendaraan wisatawan terhambat oleh kendaraan yang mencari parkir dan pertemuan arus lalu lintas dari arah Dalam Kaum.
Jalan Banceuy menuju Jalan ABC, Jalan Naripan, dan Jalan Braga juga mengalami kepadatan. Jalan Braga Lama, sementara itu, menerapkan sistem Braga Bebas Kendaraan.
Pengalaman Wisatawan di Tengah Kemacetan
Nurlaela, seorang wisatawan dari Cikarang, berbagi pengalamannya mengunjungi Bandung bersama keluarga. Mereka memanfaatkan liburan panjang untuk berwisata.
Rencananya, mereka akan mengunjungi Taman Alun-alun Bandung, kawasan Dalam Kaum, dan Pasar Baru. Mereka juga berencana menikmati Lengkong Culinary Night.
Kepadatan lalu lintas juga terjadi di Jalan Sunda, Lapang Saparua, Jalan LLRE Martadinata, Jalan Diponegoro, dan Jalan Ir. H. Djuanda menuju Dago Atas. Banyak wisatawan menuju Dago Atas karena banyaknya objek wisata, restoran, dan kafe di sana.
Banyak kendaraan menuju Lembang via Punclut. Kendaraan harus mengantre karena kondisi jalan yang menurun.
Imbauan Kepolisian untuk Keselamatan Pengguna Jalan
AKBP Wahyu Pristha Utama, Kasat Lantas Polrestabes Bandung, mengimbau pengendara untuk mematuhi peraturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas.
Penggunaan helm bagi pengendara roda dua dan keselamatan berkendara diutamakan. Keselamatan lebih penting daripada kecepatan.
Kepadatan lalu lintas di Bandung selama libur panjang ini menjadi bukti tingginya minat wisatawan untuk mengunjungi kota tersebut. Namun, hal ini juga menyoroti pentingnya manajemen lalu lintas yang efektif untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan semua pihak.
Diharapkan ke depannya, pihak terkait dapat lebih mengoptimalkan pengaturan lalu lintas, terutama di kawasan wisata, guna mengantisipasi lonjakan wisatawan pada periode liburan selanjutnya.





