Jelajahi 6 Candi Magelang Tersembunyi, Liburan Anti Mainstream

Jelajahi 6 Candi Magelang Tersembunyi, Liburan Anti Mainstream
Jelajahi 6 Candi Magelang Tersembunyi, Liburan Anti Mainstream

Magelang, kota di Jawa Tengah, terkenal akan Candi Borobudur, ikon wisata religi yang ramai dikunjungi terutama saat Hari Waisak. Namun, kekayaan sejarah dan budaya Magelang tidak berhenti di sana. Terdapat sejumlah candi lain yang menyimpan nilai sejarah dan spiritual yang tak kalah kuatnya, menawarkan pengalaman wisata religi dan sejarah yang mendalam bagi para pengunjung. Menjelajahi candi-candi ini memberikan wawasan yang lebih luas tentang peradaban masa lampau.

Jejak Peradaban di Candi Mendut dan Pawon

Candi Mendut, berjarak hanya 4 kilometer dari Borobudur, merupakan salah satu candi terpenting dalam perayaan Waisak. Ketiga arca utama di dalamnya, termasuk patung Buddha setinggi tiga meter, menunjukkan kekayaan arsitektur dan simbolik ajaran Mahayana. Suasana tenang di candi ini sangat cocok untuk meditasi dan refleksi spiritual.

Bacaan Lainnya

Candi Mendut sering menjadi titik awal prosesi Waisak. Keberadaannya yang dekat dengan Borobudur semakin memperkuat nilai spiritualnya.

Candi Pawon, terletak di antara Candi Mendut dan Borobudur, memiliki ukuran yang lebih kecil. Relief Dewa Kuvera, dewa kekayaan dalam budaya Hindu, menunjukkan kemungkinan adanya pengaruh Hindu di candi ini. Banyak yang meyakini candi ini sebagai tempat penyimpanan abu Raja Indra.

Letaknya yang strategis di antara dua candi besar, memberikan kesan simbolik sebagai penghubung spiritual antara kedua situs penting tersebut. Suasana sejuk dan rindang di sekitarnya sangat ideal untuk beristirahat.

Pesona Arsitektur di Candi Ngawen dan Umbul

Candi Ngawen menampilkan lima bangunan candi kecil yang tersusun sejajar di atas punden. Keunikannya terletak pada arca singa di keempat sudut candi, yang jarang ditemukan di candi Buddha lainnya. Arsitektur candi ini mencerminkan gaya klasik dari Dinasti Syailendra.

Candi ini dikelilingi sawah dan desa, menawarkan suasana tenang dan damai untuk wisata sejarah. Yang menarik, masuk ke kawasan Candi Ngawen tidak dikenakan biaya tiket.

Candi Umbul memiliki sejarah yang unik sebagai situs pemandian air panas dari zaman Mataram Kuno. Air hangat alami di kolam dipercaya memiliki khasiat pengobatan. Walaupun tampak sederhana, candi ini masih menyimpan relief dan struktur batu kuno yang bernilai sejarah.

Suasananya sangat cocok untuk wisata reflektif dan relaksasi. Akses menuju Candi Umbul di Desa Kartoharjo mudah dijangkau, dan tiket masuknya pun terjangkau.

Menjelajahi Candi Selogriyo dan Asu: Keindahan Alam dan Sejarah

Candi Selogriyo terletak di lereng bukit, membutuhkan perjalanan trekking sejauh dua kilometer. Perjalanan menuju candi ini akan melewati pematang sawah yang indah dan menenangkan. Candi bergaya Hindu ini pernah mengalami kerusakan akibat longsor dan direstorasi pada tahun 2005.

Meskipun berukuran kecil, Candi Selogriyo menawarkan ketenangan dan keindahan alam yang luar biasa. Udara sejuk pegunungan akan menambah pengalaman spiritual dan alami bagi pengunjungnya.

Candi Asu, atau Candi Asu Sengi, dibangun pada masa Wangsa Sanjaya, menunjukkan perpaduan unsur Hindu dan arsitektur lokal. Namanya diambil dari patung Lembu Nandi yang rusak dan dianggap mirip anjing.

Terletak di Dusun Sengi, candi ini dikelilingi perbukitan dan pedesaan yang asri. Meskipun tidak sepopuler Borobudur, Candi Asu menawarkan kesempatan untuk menjelajahi sejarah kuno di tengah panorama alam yang menawan.

Magelang menyimpan lebih dari sekadar Candi Borobudur. Keenam candi yang telah diuraikan di atas merupakan bukti kekayaan sejarah dan budaya yang patut dijelajahi. Masing-masing candi memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi arsitektur, nilai sejarah, maupun suasana lingkungan sekitar. Dengan menjelajahi candi-candi ini, kita dapat lebih memahami dan mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *