Tingginya harga tiket pesawat dan terbatasnya ketersediaan tiket penerbangan dari Batam menuju beberapa kota di Indonesia jelang Lebaran 2025, mendorong sejumlah warga Batam memilih jalur mudik alternatif melalui Malaysia.
Salah satu warga Batam, Viki Wahyudi, memilih rute mudik Batam-Singapura-Johor Bahru-Kuala Lumpur-Padang, Sumatera Barat.
Selisih Harga Tiket yang Mencolok
Viki mengungkapkan, alasan utama dirinya memilih rute tersebut adalah selisih harga tiket yang signifikan. Ia menyebut perbedaan harga bisa mencapai Rp 400.000 hingga Rp 800.000.
Selain harga, ketersediaan tiket pesawat langsung dari Batam ke Padang juga menjadi pertimbangan. Saat mengecek, tiket langsung sudah habis terjual.
Perjalanan Viki dimulai dengan naik feri dari Batam ke Singapura, lalu dilanjutkan dengan bus ke Johor Bahru, Malaysia. Dari Johor Bahru, ia akan terbang ke Kuala Lumpur sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Padang.
Biaya Mudik dan Rencana Perjalanan Pulang
Total biaya mudik Viki melalui jalur ini mencapai Rp 3,2 juta. Jumlah tersebut termasuk biaya perjalanan ke Singapura dan Malaysia, serta tiket pesawat dari Kuala Lumpur ke Padang.
Sebagai perbandingan, harga tiket pesawat langsung Batam-Padang yang sempat ia cek mencapai Rp 3,6 juta. Namun, tiket tersebut sudah tidak tersedia lagi saat ini.
Untuk perjalanan pulang, Viki telah memesan tiket pesawat dari Padang ke Kuala Lumpur seharga Rp 600.000. Dari Kuala Lumpur, ia akan kembali ke Batam.
Viki mengaku tidak keberatan dengan perjalanan panjang tersebut demi bisa berkumpul dengan keluarga di Padang saat Lebaran.
Ia telah beberapa kali melakukan mudik melalui jalur Malaysia sejak tahun 2014, karena harga tiket pesawat dari Malaysia dinilai lebih stabil menjelang Lebaran.
Pengalaman mudiknya melalui Malaysia telah berulang sejak tahun 2014, ketika ia merantau di Balikpapan. Ia memilih jalur ini juga saat merantau di Makassar pada tahun 2016.
Sejak pindah ke Batam pada tahun 2017, ia berharap bisa mudik langsung dari Batam ke Padang, namun baru kembali memilih jalur Malaysia sejak tahun 2024.
Viki berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga tiket pesawat selama musim mudik Lebaran. Hal ini agar masyarakat tidak perlu mencari alternatif rute yang lebih panjang dan kompleks.
Kisah Viki mencerminkan tantangan yang dihadapi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transportasi pulang kampung saat Lebaran. Semoga ke depannya, aksesibilitas dan harga tiket pesawat dapat lebih terjangkau dan terkendali.





