Cuaca ekstrem yang melanda Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Februari 2025 memaksa penutupan sementara sejumlah destinasi wisata di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk melindungi keselamatan pengunjung dan memulihkan ekosistem yang terdampak cuaca buruk. Penutupan resmi dimulai pada 10 Februari 2025 dan akan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan.
Langkah penutupan ini dilakukan setelah adanya prakiraan cuaca dari BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid Lombok yang memprediksi cuaca ekstrem akan terus berlanjut. Aktivitas gelombang atmosfer ekuatorial rossby dan monsun Asia meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Destinasi Wisata TNGR yang Ditutup Sementara
Penutupan sementara ini berdampak pada sejumlah lokasi wisata non-pendakian di TNGR, baik di Lombok Timur maupun Lombok Utara. Langkah ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau insiden yang tidak diinginkan akibat cuaca buruk. Kepala Balai TNGR NTB, Yarman, menegaskan penutupan ini demi keselamatan bersama.
Daftar lokasi wisata yang terkena dampak penutupan sementara tersebut cukup banyak. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi imbauan dan menunggu pengumuman resmi pembukaan kembali destinasi wisata tersebut.
Rincian Lokasi Wisata yang Ditutup di Lombok Timur
Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling signifikan. Sejumlah destinasi wisata alam populer di sana terpaksa ditutup untuk sementara waktu.
- Air Terjun Jeruk Manis, Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur. Keindahan air terjun ini sementara waktu tidak dapat dinikmati pengunjung.
- Gunung Kukus, Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela. Pendakian dan aktivitas wisata di sekitar Gunung Kukus juga dihentikan.
- Air Terjun Mayung Polak, Desa Timbanuh, Kecamatan Pringgasela. Air terjun ini juga ditutup sementara untuk keamanan pengunjung.
- Tangkok Adeng, Desa Lenek Duren, Kecamatan Lenek. Destinasi ini juga turut terkena dampak penutupan sementara.
- Bornong Bike Park, Desa Aik Prapa, Kecamatan Aikmel. Aktivitas bersepeda di lokasi ini dihentikan sementara.
- Bukit Malang via Tombong Rebo, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba. Pendakian ke Bukit Malang melalui jalur ini ditutup.
- Pemandian Sebau, Desa Sapit, Kecamatan Suela. Pemandian air alami ini juga ditutup sementara.
- Savana Propok, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba. Keindahan savana ini tidak dapat dinikmati sementara waktu.
- Bukit Gedong, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba. Destinasi wisata ini juga terkena imbas penutupan sementara.
- Air Terjun Mangku Sakti via Desa Sajan, Kecamatan Sembalun. Akses menuju air terjun ini ditutup sementara.
- Jalur sepeda Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun. Aktivitas bersepeda di jalur ini dihentikan sementara.
Lokasi Wisata yang Ditutup di Lombok Utara
Di Lombok Utara, dampak penutupan juga dirasakan. Salah satu lokasi wisata yang terkena imbasnya adalah:
- Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan. Beberapa aktivitas wisata di desa ini kemungkinan juga terdampak penutupan sementara.
Balai TNGR akan terus memantau perkembangan cuaca dan situasi terkini. Informasi lebih lanjut mengenai pembukaan kembali destinasi wisata akan diumumkan setelah kondisi dinyatakan aman dan cuaca membaik. Keselamatan dan keamanan pengunjung tetap menjadi prioritas utama.
Diharapkan masyarakat dapat memahami dan mendukung kebijakan penutupan sementara ini. Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian alam dan keselamatan bersama. Semoga cuaca segera membaik sehingga destinasi wisata ini dapat kembali dibuka dan dinikmati masyarakat luas.





