Bagi umat Muslim, mengetahui nama-nama menu makanan yang mengandung babi sangat penting. Hal ini untuk menghindari konsumsi makanan haram dan menjaga kesucian ibadah.
Dalam Al-Quran surat Al-An’am ayat 145, Allah SWT mengharamkan daging babi. Hadis riwayat Imam Muslim juga menekankan pentingnya mengonsumsi makanan halal dan menjauhi yang haram.
Oleh karena itu, mengetahui berbagai istilah dan nama menu yang menggunakan babi, baik dalam masakan Indonesia maupun mancanegara, menjadi kewajiban bagi setiap muslim.
Berikut ini adalah daftar 61 istilah dan nama menu babi yang perlu diketahui.
Istilah dan Nama Menu Babi dalam Bahasa Inggris
Pemahaman istilah babi dalam bahasa Inggris sangat penting, terutama ketika berinteraksi dengan menu makanan internasional atau membaca resep.
Beberapa istilah umum yang perlu dipahami antara lain:
- Pig: Babi muda, dengan berat kurang dari 50 kg.
- Pork: Daging babi yang digunakan dalam masakan.
- Swine: Istilah umum untuk seluruh spesies babi.
- Hog: Babi dewasa, dengan berat lebih dari 50 kg.
- Boar: Babi jantan dewasa, seringkali merujuk pada babi hutan atau celeng.
- Lard: Lemak babi, sering digunakan sebagai bahan minyak masak dan pembuatan sabun.
- Bacon: Daging babi yang diasap dan diiris tipis.
- Ham: Daging bagian paha babi.
- Sow: Babi betina dewasa.
- Sow milk: Susu babi.
- Porcine: Berkaitan atau berasal dari babi, sering ditemukan dalam konteks produk farmasi.
Istilah dan Nama Menu Babi dalam Makanan Indonesia
Masakan Indonesia memiliki beragam menu yang menggunakan daging babi, terutama di beberapa daerah tertentu.
Kenali berbagai nama dan istilah tersebut untuk menghindari konsumsi yang tidak disengaja:
- Balung: Daging babi dengan tulang, biasanya dimasak dengan berbagai bumbu.
- Saksang: Masakan daging babi khas Batak Tapanuli.
- Bak Kut Teh: Makanan Tionghoa-Indonesia berupa iga babi direbus dalam kuah rempah.
- Tinorangsak: Gulai babi khas Manado.
- Samcan: Potongan daging babi yang terdiri dari lapisan daging dan lemak.
- Sekba atau Bektim: Masakan Tionghoa-Indonesia dari jeroan babi.
- Se’i: Daging babi yang diasap khas Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Lawar: Campuran daging babi, santan, rempah, dan sayuran khas Bali.
- Tum Be Celeng: Tumis daging babi dengan bumbu khas Bali.
- Be Genyol: Kuliner khas Bali yang berbahan dasar daging babi.
- Urutan: Usus dan daging babi yang diisi bumbu dan sayuran, kemudian dikukus atau dibakar.
- Pa’piong: Makanan khas Toraja untuk upacara adat atau perayaan Natal, bisa menggunakan daging babi, ayam, atau ikan.
- Jukut Ares: Masakan babi dengan sayuran dalam kuah asam.
- Sate Lilit: Sate dari daging babi cincang yang dililit pada batang serai.
- Siobak: Hidangan daging babi asal Singaraja, Buleleng, Bali.
Tips untuk Menghindari Makanan Mengandung Babi
Selalu teliti label kemasan produk makanan, terutama yang berasal dari luar negeri.
Bertanya langsung kepada penjual atau restoran mengenai komposisi makanan sebelum memesan.
Cari informasi dan referensi terpercaya mengenai kandungan suatu makanan, jika ragu.
Berhati-hatilah terhadap istilah dan nama menu yang kurang familiar, cari tahu terlebih dahulu komposisinya.
Dengan kehati-hatian dan pengetahuan yang cukup, kita dapat senantiasa menjaga kehalalan makanan yang dikonsumsi.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi umat Muslim dalam menjaga kesucian dan kehalalan makanan.





