Yamaha meluncurkan skutik terbaru, Cygnus Gryphus, di pasar domestik Jepang. Motor ini hadir sebagai penantang Honda Vario 125, menawarkan efisiensi bahan bakar yang tinggi.
Desain dan Warna Baru Yamaha Cygnus Gryphus
Secara visual, Cygnus Gryphus tampil dengan sentuhan warna dan striping baru yang lebih segar, menargetkan kalangan anak muda.
Tersedia empat pilihan warna: Vivid Yellow Solid 2, Deep Purplish Blue Metallic C, Bluish White Pearl 1, dan Black Metallic X. Kombinasi warna dual-tone memberikan kesan elegan.
Meskipun mengalami perubahan warna, dimensi dan desain keseluruhan skutik tetap mempertahankan gaya kompak yang nyaman untuk penggunaan sehari-hari.
Desain depannya sedikit mengingatkan pada Yamaha XMax, terlihat dari bentuk headlamp dan kaki-kaki. Secara keseluruhan, desainnya terkesan agresif dengan garis-garis tajam.
Performa Mesin dan Konsumsi Bahan Bakar
Yamaha Cygnus Gryphus masih menggunakan mesin 125cc, silinder tunggal, berpendingin cairan yang telah digunakan selama tiga tahun terakhir.
Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 12 PS dan torsi 11,6 Nm. Yang menarik adalah konsumsi bahan bakarnya yang irit.
Klaim pabrikan menyebutkan motor ini mampu menempuh jarak hingga 42,4 km per liter BBM. Angka ini tergolong baik untuk skutik bermesin 125cc.
Fitur dan Harga
Fitur yang ditawarkan cukup lengkap, termasuk panel instrumen full digital yang modern dan informatif.
Terdapat pula soket pengisian daya untuk ponsel, sistem pencahayaan full LED yang hemat energi dan terang.
Bagasi di bawah jok cukup luas untuk menyimpan satu helm. Fitur-fitur ini menambah kenyamanan dan kepraktisan pengguna.
Di Jepang, Yamaha Cygnus Gryphus dijual dengan harga 374.000 yen atau sekitar Rp 43,8 juta (kurs saat artikel ditulis). Harga tersebut sudah termasuk pajak.
Peluncuran Yamaha Cygnus Gryphus dengan desain baru dan tetap mempertahankan efisiensi bahan bakar yang tinggi, menunjukkan strategi Yamaha untuk bersaing di segmen skutik 125cc. Kehadirannya di pasar Jepang patut dinantikan perkembangannya, khususnya bagaimana penerimaan konsumen terhadap perubahan desain dan fitur yang ditawarkan.





