Toyota China dengan tegas membantah rumor akuisisi perusahaan mobil listrik Neta Auto. Bantahan tersebut disampaikan langsung oleh Yu Yiming, Kepala Komunikasi Merek Toyota Motor (China) Investment Co., Ltd kepada Carnewschina. Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi yang beredar luas di media.
Neta Auto sendiri telah mengkonfirmasi bahwa rumor tersebut tidak benar. Pernyataan resmi dari kedua perusahaan ini diharapkan dapat meredam spekulasi yang telah beredar.
Bantahan Keras Toyota dan Konfirmasi Neta
Yu Yiming menyatakan bahwa Toyota belum pernah mendengar mengenai rencana akuisisi Neta Auto. Pihaknya meminta bantuan untuk mengklarifikasi rumor tersebut, menunjukkan sikap tegas Toyota dalam menanggapi isu ini.
Sementara itu, Neta Auto juga telah memberikan pernyataan resmi yang membantah rumor tersebut. Hal ini menunjukkan keseriusan kedua perusahaan dalam mengklarifikasi informasi yang tidak akurat.
Kondisi Keuangan Neta Auto yang Terpuruk
Kondisi keuangan Neta Auto memang sedang mengalami kesulitan. Pada Maret 2025, sejumlah pemasok mendatangi kantor pusat Neta Auto di Shanghai untuk menagih pembayaran.
Situasi ini memaksa Neta Auto untuk mengadakan konferensi pemasok yang berfokus pada restrukturisasi utang. Perusahaan juga menghadapi kendala produksi akibat kekurangan suku cadang.
Pabrik Tongxiang milik Neta sempat beroperasi kembali pada Januari 2025, namun produksi terhenti karena masalah ketersediaan suku cadang. Ketidakmampuan Neta dalam memenuhi kewajiban keuangannya berdampak pada investor.
Investor akhirnya menarik dukungannya, sehingga kesepakatan pendanaan gagal terlaksana. Hal ini menyebabkan valuasi Neta Auto merosot tajam.
Pada tahun 2023, investasi sebesar 1,53 miliar yuan (US$ 211 juta) dari pemerintah Tongxiang menilai perusahaan tersebut senilai 42,3 miliar yuan (US$ 5,8 miliar).
Namun, pada tahun 2025, penawaran 50 persen saham Neta seharga 3 miliar yuan (US$ 414 juta) menunjukkan penurunan drastis valuasi menjadi hanya 6 miliar yuan (US$ 828 juta). Ini merupakan penurunan sebesar 80 persen dari valuasi sebelumnya.
Kerugian kumulatif Neta Auto mencapai 18,3 miliar yuan (US$ 2,53 miliar) selama tiga tahun terakhir. Utang kepada pemasok juga mencapai angka yang signifikan, yaitu 6 miliar yuan (US$ 828 juta).
Analisis Situasi dan Prospek Neta Auto
Penurunan drastis valuasi dan masalah keuangan Neta Auto menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan bisnis perusahaan. Rumor akuisisi oleh Toyota muncul di tengah kesulitan tersebut.
Meskipun Toyota telah membantah rumor tersebut, situasi keuangan Neta Auto tetap menjadi perhatian. Perusahaan perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi permasalahan utang dan meningkatkan efisiensi produksi.
Keberhasilan Neta Auto dalam mengatasi krisis keuangan ini akan menentukan masa depan perusahaan di industri otomotif yang semakin kompetitif. Perlu strategi yang komprehensif untuk merebut kembali kepercayaan investor dan pemasok.
Ke depannya, transparansi dan komunikasi yang efektif dengan investor dan pemasok sangat penting bagi Neta Auto untuk membangun kembali kepercayaan dan stabilitas keuangan. Mengatasi masalah operasional dan meningkatkan efisiensi produksi juga menjadi kunci keberhasilan.
Meskipun bantahan tegas dari Toyota telah dikeluarkan, kondisi keuangan Neta Auto yang memprihatinkan tetap menjadi fokus utama. Keberhasilan Neta Auto bergantung pada kemampuannya untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dan membangun kembali kepercayaan pasar.
Secara keseluruhan, kasus ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh perusahaan rintisan di industri otomotif, terutama dalam menghadapi persaingan yang ketat dan kebutuhan pendanaan yang besar. Keberhasilan perusahaan tersebut bergantung pada manajemen risiko yang baik, strategi bisnis yang efektif, dan kepercayaan dari investor serta pemasok.





