Gelaran Superchallenge Supermoto Race seri ketiga di Sirkuit Mijen, Semarang, pada 14-15 Juni 2024 lalu menyuguhkan pertarungan sengit dan atraktif bagi ribuan penonton. Balapan yang berlangsung siang hingga malam hari ini berhasil memikat warga Semarang dan sekitarnya berkat kualitas pertunjukan dan penerangan yang memadai di sirkuit.
Diselenggarakan oleh Genta Auto Sport, event ini menampilkan aksi-aksi para pembalap nasional berbakat. Kejuaraan ini sukses menyedot perhatian publik dengan persaingan ketat di berbagai kelas.
Perebutan Gelar Juara di Kelas Utama
Tommy Salim berhasil keluar sebagai juara di kelas bergengsi Trail 180 Open. Kemenangannya diraih setelah melewati persaingan sengit dengan para rivalnya.
Pada awal balapan, Tommy sempat berada di posisi ketiga. Namun dengan strategi dan kemampuannya yang mumpuni, ia berhasil menyalip para pesaingnya hingga akhirnya finis di posisi terdepan pada lap terakhir.
Reynaldi Pradana, juara Moto1, harus mengakui keunggulan Tommy Salim. Sementara Chandra Hermawan harus puas berada di posisi ketiga.
Dominasi Benaya Farrel dan Irfan Ardiansyah
Di kelas Moto2 Trail 180 Junior, Benaya Farrel “Rabbani” menunjukkan performa impresif. Ia berhasil mengamankan posisi juara setelah sebelumnya terkendala masalah ban di Moto1.
Kemenangan ini semakin memperkuat posisinya di puncak klasemen Trail 180 Junior. Benaya mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut dan mengatakan balapan kali ini sangat seru dan ketat.
Sementara itu, Irfan Ardiansyah, pembalap tuan rumah asal Semarang, tampil gemilang di kelas FFA 250 dan FFA 450.
Ia berhasil meraih double winner di Moto1, menunjukkan dominasi yang tak terbendung. Kecepatannya sudah terlihat sejak sesi kualifikasi, dan ia berhasil memanfaatkan start terbaiknya untuk memimpin balapan hingga finis.
Kemenangan ini menjadi prestasi manis pertama Irfan di Superchallenge Supermoto Race 2024.
Kesuksesan Superchallenge Supermoto Race dan Harapan ke Depan
Mariachi Gunawan, bos Genta Auto Sport, mengungkapkan rasa senangnya atas kesuksesan event tersebut. Kehadiran banyak penonton dan partisipasi para pembalap, termasuk pembalap road race nasional seperti Reynaldi Pradana, membuat balapan semakin menarik.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran pembalap baru menambah keseruan persaingan. Duel-duel sengit yang tersaji memberikan tontonan yang menarik bagi para penonton.
Superchallenge Supermoto Race masih akan berlanjut di beberapa seri berikutnya di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Boyolali menjadi kandidat kuat untuk menjadi lokasi final mengingat antusiasme masyarakat dan kualitas sirkuit di sana.
Keberhasilan Superchallenge Supermoto Race seri ketiga di Semarang bukan hanya sebuah perhelatan balap semata, melainkan juga sebuah bukti akan semakin berkembangnya dunia otomotif di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Kompetisi yang ketat dan penonton yang antusias menjadi indikator positif bagi perkembangan olahraga motor di masa mendatang. Dengan adanya event seperti ini, diharapkan semakin banyak bibit-bibit unggul pembalap Indonesia yang lahir dan mengharumkan nama bangsa.





