Pemerintah Indonesia menerapkan rekayasa lalu lintas untuk kelancaran arus mudik Lebaran 2025. Skema ini mencakup sistem one way, contra flow, dan ganjil genap di jalan tol.
Ganjil Genap di Jalan Tol: Jadwal dan Lokasi
Penerapan ganjil genap di jalan tol bertujuan mengurangi kemacetan selama arus mudik dan balik. Skema ini akan diberlakukan di beberapa ruas jalan tol strategis.
Ruas jalan tol Jakarta-Cikampek hingga Semarang-Batang akan menerapkan ganjil genap selama arus mudik. Hal serupa juga berlaku di ruas tol Tangerang-Merak.
Arus balik juga akan menerapkan sistem ganjil genap, dengan rute terbalik dari arus mudik. Ini meliputi ruas tol Semarang-Batang hingga Jakarta-Cikampek dan Tangerang-Merak.
Ganjil genap di jalan tol berlaku pada waktu-waktu tertentu. Arus mudik dimulai Kamis, 27 Maret 2025 pukul 14.00 WIB hingga Minggu, 30 Maret 2025 pukul 24.00 WIB.
Arus balik akan berlaku Kamis, 3 April 2025 pukul 00.00 WIB hingga Senin, 7 April 2025 pukul 24.00 WIB. Waktu tersebut berlaku waktu setempat.
Prediksi Jumlah Pemudik dan Moda Transportasi
Kementerian Perhubungan memprediksi lonjakan jumlah pemudik tahun ini. Lebih dari 30 juta orang diperkirakan akan mudik menggunakan kendaraan pribadi.
Kendaraan roda dua masih menjadi pilihan favorit. Sekitar 12 juta pemudik diperkirakan akan menggunakan sepeda motor.
Selain kendaraan pribadi, moda transportasi lain juga diprediksi ramai. Survei Kementerian Perhubungan menunjukkan tingginya peminat bus, kereta api, dan pesawat.
Sekitar 23% pemudik akan menggunakan mobil pribadi, diikuti 16,9% menggunakan bus, dan 16,1% menggunakan kereta api. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat pada berbagai moda transportasi.
Pemerintah terus berupaya memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025. Rekayasa lalu lintas ini diharapkan dapat meminimalisir kemacetan dan memberikan kenyamanan bagi para pemudik. Semoga dengan perencanaan yang matang, perjalanan mudik dan balik Lebaran tahun ini berjalan lancar dan aman.





