Wisatawan Nekat! Abaikan Ritual Suci Demi Foto Instagramable

Wisatawan Nekat! Abaikan Ritual Suci Demi Foto Instagramable
Wisatawan Nekat! Abaikan Ritual Suci Demi Foto Instagramable

Lima wisatawan menuai kecaman setelah aksinya berpose di depan arca Dewi Laksmi di Petirtaan Belahan, Pasuruan, Jawa Timur, viral di media sosial. Kejadian ini terjadi saat upacara ritual sedang berlangsung, dinilai tidak menghargai kesakralan momen tersebut. Aksi mereka terekam dalam video TikTok yang memperlihatkan empat wanita berpose, sementara satu lainnya memotret.

Kejadian ini menimbulkan reaksi beragam dari warganet. Banyak yang mengecam tindakan wisatawan tersebut karena dianggap tidak sopan dan tidak menghormati ritual yang sedang dijalankan.

Bacaan Lainnya

Petirtaan Belahan: Situs Sejarah Berusia Abad ke-11

Petirtaan Belahan, juga dikenal sebagai Candi Sumber Tetek, merupakan situs bersejarah yang dibangun pada tahun 1049 Masehi di era Kerajaan Kahuripan. Bangunan kuno ini terbuat dari bata merah, sebagian besar strukturnya telah mengalami kerusakan.

Yang tersisa saat ini adalah dinding dengan dua arca, yaitu arca Dewi Laksmi dan Dewi Sri. Air memancar dari payudara patung Dewi Laksmi menuju kolam di depannya.

Situs ini sering dikunjungi, baik oleh wisatawan umum maupun mereka yang ingin melakukan ritual. Keberadaan situs ini menjadi perpaduan antara destinasi wisata dan tempat sakral.

Kronologi Kejadian dan Tanggapan Pihak Berwenang

Insiden tersebut terjadi pada Rabu, 14 Mei 2025, sekitar pukul 14.00 WIB. Koordinator Juru Pelihara (Jupel) Cagar Budaya Wilayah Pasuruan, Astono, membenarkan kejadian yang terekam dalam video viral tersebut.

Astono menjelaskan bahwa Petirtaan Belahan merupakan tempat terbuka untuk umum. Baik wisatawan maupun mereka yang hendak melakukan ritual diperbolehkan mengunjungi lokasi ini.

Meskipun terbuka untuk umum, Astono menekankan pentingnya menghargai kesakralan tempat tersebut, terutama bagi mereka yang melakukan ritual di sana. Ia menghimbau agar pengunjung lebih bijak dan menghormati kegiatan yang sedang berlangsung.

Pentingnya Etika Berwisata di Situs Bersejarah dan Sakral

Kejadian ini menyoroti pentingnya etika berwisata, terutama di tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah dan sakral. Menghormati budaya dan kepercayaan setempat adalah hal yang krusial.

Sebagai wisatawan, kita perlu memahami dan menghargai nilai-nilai budaya yang ada di suatu tempat. Berperilaku sopan dan menghormati aktivitas orang lain, termasuk ritual keagamaan, sangatlah penting.

Ke depannya, diharapkan wisatawan lebih peduli dan bijak dalam berwisata, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pendidikan dan sosialisasi tentang etika berwisata di tempat-tempat bersejarah dan sakral perlu ditingkatkan.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa dalam mengeksplorasi keindahan wisata, kita juga harus tetap menghormati nilai-nilai budaya dan kesakralan tempat yang dikunjungi. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *