Tim bulu tangkis Indonesia, melalui PBSI, merencanakan strategi baru untuk meningkatkan performa di sektor ganda putri dan ganda campuran. Hal ini menyusul hasil kurang maksimal kedua sektor tersebut pada Piala Sudirman 2023.
Kekecewaan atas penampilan di Piala Sudirman 2023 mendorong PBSI untuk melakukan evaluasi dan mencari solusi peningkatan performa di masa depan. Para atlet pun didorong untuk meningkatkan level permainan mereka.
Ganda Putri: Tantangan Menuju Level Super 500
Sektor ganda putri Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Mereka belum memiliki pasangan andalan yang mampu bersaing konsisten di turnamen level Super 500 ke atas.
Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Amalia Cahaya Pratiwi, meskipun telah berjuang keras, masih perlu meningkatkan konsistensi dan kemampuan mereka untuk meraih prestasi lebih tinggi. PBSI perlu memikirkan strategi pembinaan yang lebih efektif.
Kekalahan di babak semifinal Piala Sudirman 2023 melawan Korea Selatan menjadi titik fokus evaluasi. Pasangan Fadia/Tiwi takluk dengan skor 10-21, 21-18, 15-21, menunjukkan perlunya peningkatan strategi dan stamina.
Ganda Campuran: Minimnya Poin di Piala Sudirman
Performa ganda campuran Indonesia di Piala Sudirman 2023 juga menjadi sorotan. Kontribusi poin mereka terbilang minim, hanya tercatat satu kemenangan melawan Inggris di babak penyisihan grup.
Beberapa pasangan, termasuk Fadia/Dejan Ferdinansyah, Rinov Rivaldy/Pitha Haningstya Mentari, dan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, masih perlu meningkatkan performa secara signifikan.
PBSI menyadari perlunya pembenahan menyeluruh di sektor ini. Tidak hanya peningkatan kemampuan individu, tetapi juga strategi permainan yang lebih efektif dan terpadu.
Formula Baru untuk Kebangkitan
Kepala Bidang Binpres Pelatnas PBSI, Eng Hian, menekankan perlunya mencari formula baru untuk kedua sektor tersebut.
Ia berharap sektor ganda putri dan ganda campuran dapat meningkatkan level permainan mereka secara signifikan. Program pelatihan dan strategi baru akan menjadi fokus utama PBSI ke depannya.
Eng Hian juga menyatakan bahwa perlu upaya keras dan terobosan baru untuk membawa Indonesia kembali ke jalur prestasi di sektor ganda putri dan ganda campuran.
Para pemain sendiri mengakui kekecewaan mereka atas hasil yang diraih di Piala Sudirman 2023. Mereka berjanji untuk bekerja lebih keras dan berbenah untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Ke depannya, PBSI berencana untuk melakukan evaluasi menyeluruh, meliputi aspek teknis, fisik, mental, dan strategi. Kolaborasi erat antara pelatih, atlet, dan manajemen menjadi kunci keberhasilan upaya peningkatan ini. Harapannya, strategi baru ini dapat membuahkan hasil yang lebih baik di turnamen internasional selanjutnya.
Dengan kerja keras dan strategi yang tepat, diharapkan sektor ganda putri dan ganda campuran Indonesia dapat bangkit dan kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kancah bulu tangkis dunia.





