Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, harus puas menjadi runner-up di ajang All England 2025.
Kekalahan ini terjadi di final melawan pasangan Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dengan skor 19-21, 19-21.
Kegagalan di All England 2025: Analisis Kekalahan Leo/Bagas
Kegagalan ini menjadi pukulan bagi Indonesia, mengingat mereka adalah satu-satunya wakil di final All England 2025.
Sebelumnya, Indonesia juga gagal meraih gelar juara di German Open dan Orleans Masters.
Leo mengakui kecepatan dan pertahanan rapat Kim/Seo menjadi kendala utama.
Bagas menambahkan, kemampuan lawan dalam mengembalikan bola-bola sulit menjadi faktor penentu kekalahan mereka.
Meskipun kecewa, kedua atlet tetap mengakui performa apik lawan dan berfokus pada perbaikan diri.
Menatap Masa Depan: Target Swiss Open dan Rencana Perbaikan
Leo/Bagas bertekad bangkit di turnamen Swiss Open.
Mereka akan menghadapi pasangan Taiwan, Liu Kuang Peng/Yang Po Han, di babak 32 besar.
Leo menyatakan tekadnya untuk melupakan kekecewaan di All England dan fokus meraih hasil maksimal di Swiss Open.
Pasangan ini menyadari perlunya mengurangi kesalahan sendiri dan meningkatkan komunikasi di lapangan.
Mereka akan menganalisis kekurangan dan memperbaiki strategi untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Perjalanan Leo/Bagas di dunia bulu tangkis masih panjang, dan pengalaman di All England 2025 akan menjadi pelajaran berharga.
Dukungan dari pecinta bulu tangkis Indonesia sangat berarti bagi mereka dalam menghadapi tantangan di masa mendatang.
Semoga kegagalan ini menjadi batu loncatan bagi Leo/Bagas untuk meraih prestasi yang lebih gemilang.





