Kehebohan tengah melanda dunia maya Tiongkok. Seekor kapibara bernama Doubao kabur dari Kebun Binatang Taman Zhuyuwan, memicu pencarian besar-besaran yang melibatkan netizen.
Kejadian ini bermula pada dini hari 3 April lalu, ketika Doubao bersama dua saudaranya, Bazong dan Duoduo, berhasil meloloskan diri dari kandang. Ketiga kapibara ini diketahui menghancurkan jendela kandang kayu mereka.
Pelarian Kapibara dan Pencarian yang Dramatis
Meskipun Bazong dan Duoduo telah berhasil ditangkap kembali, Doubao masih berkeliaran bebas. Pihak kebun binatang pun meminta bantuan netizen melalui platform media sosial Sina Weibo untuk menemukannya.
Kebun binatang menjamin keamanan publik dengan menyatakan Doubao jinak dan tidak berbahaya. Sebagai imbalan bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penemuan Doubao, mereka menawarkan tiket masuk gratis.
Tanggapan Netizen dan Hadiah yang Menjadi Perdebatan
Imbauan kebun binatang ini mendapat beragam reaksi dari netizen. Banyak yang turut prihatin dan mendoakan keselamatan Doubao.
Namun, tak sedikit pula yang menyoroti hadiah yang ditawarkan. Banyak netizen yang menganggap hadiah satu tiket masuk taman terlalu sedikit mengingat viralnya kasus ini.
Pihak kebun binatang menanggapi kritik ini dengan menyatakan bahwa mereka mungkin akan menambah hadiah di masa mendatang. Mereka juga menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan hewan-hewan di bawah perawatannya.
Jejak Doubao dan Upaya Penangkapan
Duoduo berhasil ditemukan pada 30 April di salah satu kanal taman. Ia kehilangan hampir 2 kg berat badan, diduga karena bermain petak umpet memanfaatkan kemampuan menyelam dan berenang yang mumpuni.
Sementara itu, pencarian Doubao terus berlanjut. Laporan dari penyiar pemerintah Tiongkok, CGTN, menyebutkan bahwa penjaga kebun binatang menemukan kotoran kapibara di desa terdekat, indikasi kuat keberadaan Doubao di sekitar area tersebut.
Kandang kapibara di kebun binatang kini telah diperkuat dengan jaring pelindung untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Kesimpulan
Kisah pelarian Doubao dan upaya pencariannya telah menyita perhatian publik Tiongkok. Kejadian ini tak hanya menyoroti pentingnya keamanan kandang di kebun binatang, tetapi juga menunjukkan betapa besarnya kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan hewan.
Ke depan, kasus ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi pengelola kebun binatang untuk terus meningkatkan standar keamanan dan perawatan hewan, serta mempertimbangkan aspek publikasi dan transparansi dalam menangani kejadian yang menarik perhatian publik luas.





