Erick Thohir: Evaluasi Total Liga 4, Undian Kontroversial Terungkap

Erick Thohir: Evaluasi Total Liga 4, Undian Kontroversial Terungkap
Erick Thohir: Evaluasi Total Liga 4, Undian Kontroversial Terungkap

Proses undian Liga 4 Indonesia yang disiarkan melalui PSSI TV baru-baru ini menuai kontroversi besar. Kejanggalan terlihat jelas pada pengundian Grup N, khususnya yang melibatkan Persewangi Banyuwangi. Reaksi publik yang meluas memaksa PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kompetisi dan tata kelola Liga 4.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, langsung merespon kontroversi ini. Ia menegaskan komitmennya untuk melakukan peninjauan menyeluruh, bukan hanya pada proses undian, tetapi juga seluruh sistem Liga 4. Integritas, menurutnya, merupakan hal yang mutlak di setiap level kompetisi sepak bola Indonesia.

Bacaan Lainnya

Kecurigaan Manipulasi Undian Liga 4

Insiden pengundian Grup N yang mencurigakan menjadi sorotan utama. Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan pengundi tampak memasukkan tangan ke bawah meja sebelum mengambil kertas undian.

Kertas undian tersebut tampak terlipat rapi, berbeda dari hasil undian biasanya yang digulung. Kejanggalan ini terjadi tiga kali berturut-turut saat pengumuman lawan Persewangi Banyuwangi: Papua Tengah, Jawa Timur 4, dan Jawa Barat 2.

Hal ini memicu spekulasi adanya manipulasi dalam proses undian. Banyak warganet yang menilai tindakan tersebut mencederai prinsip fair play dalam olahraga.

Tanggapan Tegas Erick Thohir dan Investigasi Mendalam

Erick Thohir menyatakan bahwa kesalahan dalam proses undian Liga 4 tersebut tidak dapat dibenarkan. Ia menyesalkan kejadian ini dan menegaskan PSSI tengah melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan Liga 4.

Lebih jauh, Erick Thohir menegaskan bahwa jika investigasi menemukan unsur pengaturan skor (match fixing), maka pelakunya akan diproses secara hukum.

PSSI telah bekerja sama dengan Kepolisian dan Kejaksaan untuk memberantas praktik kecurangan sampai ke akarnya.

Komitmen PSSI untuk memberantas “match fixing” ditegaskan kembali oleh Erick Thohir.

Pembenahan Berkelanjutan di Seluruh Level Kompetisi

Langkah-langkah bersih-bersih yang telah dilakukan di Liga 1, menurut Erick, menjadi contoh nyata bagaimana kompetisi dapat berjalan lebih transparan. Penggunaan VAR (Video Assistant Referee) juga merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas perwasitan.

Pembenahan serupa juga tengah dilakukan di Liga 2, dengan fokus utama pada pembenahan wasit dan penerapan teknologi untuk menjamin pertandingan yang adil.

PSSI optimistis bahwa pembenahan konsisten di seluruh level kompetisi, dari Liga 1 hingga Liga 4 dan Elite Pro Akademi, akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap sepak bola nasional.

Dengan evaluasi menyeluruh yang dilakukan, PSSI berharap kontroversi seperti ini tidak akan terulang lagi. Sportivitas dan kejujuran harus menjadi pondasi sepak bola Indonesia yang lebih baik.

Kejadian ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun sepak bola Indonesia yang lebih bersih, transparan, dan profesional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *